12 Unit Toyota Prius Prime Siap Dipreteli Kemenperin RI

Toyota Prius Prime

TMMIN dan TAM menyerahkan 6 unit Toyota prius 6 unit Toyota Prius Prime dan 6 unit Toyota Corolla Altis kepada Kemenperin RI. Hal ini guna dipelajari aspek teknikal untuk mendapatkan data demi kebutuhan penggunaan kendaraan listrik sehari-hari.

Jakarta (TenagaKuda) – Upaya pengembangan industri kendaraan listrik terus menerus dilakukan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI). Setelah Mitsubishi, kini giliran PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT. Toyota-Astra Motor (TAM) yang menyerahkan kendaraan listrik untuk Kemenperin RI.

Toyota Prius PrimeToyota Indonesia bersama-sama dengan enam Universitas di Indonesia akan memulai kegiatan Penelitian dan Studi Komprehensif Kendaraan Elektrifikasi di Tanah Air. Di tahap pertama Toyota Indonesia akan menggunakan 12 unit mobil listrik dan 6 unit kendaraan konvensional.

Semua mobil listrik Toyota ini akan diuji aspek teknikal seperti jarak tempuh, emisi, infrastruktur, dan kenyamanan pelanggan. Nantinya semua hasil itu akan dikumpulkan dalam bentuk data dalam penggunaan sehari-hari mobil-mobil tersebut di tiga kota besar Indonesia: Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta selama periode 3 bulan.

“Dalam riset ini kami memberikan dukungan berbentuk penyediaan alat berupa kendaraan, data logger, charger, dan asistensi lainnya yang dapat dipergunaan oleh para peneliti dari universitas-universitas di Indonesia. Kami berharap dukungan yang kami berikan ini dapat membantu pemetaan kondisi dan kebutuhan riil pelanggan, termasuk kesiapan dan tantangan dalam mengembangkan industri dan infrastruktur kendaraan elektrifikasi di Indonesia sesuai arahan Kementerian Perindustrian RI,” ujar Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN.

Toyota Prius PrimeTotal akan ada 18 unit kendaraan yang disediakan oleh Toyota Indonesia terdiri dari 6 unit Toyota Prius, 6 unit Toyota Prius Prime (Plug-in Hybrid), dan 6 unit Corolla Altis. Toyota Indonesia juga membangun 6 unit stasiun pengisian level 2 (4 jam pengisian, 3.500 watt) serta menyediakan asistensi teknik dalam kegiatan Penelitian dan Studi Komprehensif Kendaraan Elektrifikasi.

SHARE