2 Referensi Modifikasi DFSK Glory 580, Bisa City Slicker atau Stance

Modifikasi DFSK Glory 580

Dua modifikasi DFSK Glory 580 ini beda tema, yang pertama layaknya mobil-mobil ceper stance di Eropa, sementara yang satu lagi bergaya city slicker dengan bodi jangkung.

BSD (TenagaKuda)Bro and Sis, populasi Glory 580 semakin banyak sejak SUV andalan DFSK itu telah resmi dijual. Nah, kini muncul dua referensi modifikasi DFSK Glory 580, bisa jangkung atau ceper.

Modifikasi DFSK Glory 580“Sepasang Glory 580 versi modifikasi ini tak hanya sebagai model referensi bagi konsumen dan calon konsumen DFSK saja, tapi juga sebagai sebagai inspirasi untuk mereka yang gemar melakukan modifikasi kendaraan, tanpa harus kompromi dengan kenyamanan maupun keselamatan dalam berkendara,” ujar Permata Islam, General Manager Marketing PT Sokonindo Automobile.

Dua modifikasi DFSK Glory 580 tersebut datang dalam tema berbeda, yakni CitiTurismo dan FreeRoad. “Yang CitiTurismo saya terinspirasi dari modifikasi mobil pendek anak-anak gaul di kota besar yang sering kumpul sama teman-temannya. Kalau yang FreeRoad saya ingin buat mobil yang bisa dipakai berpetualang kemana saja,” sambut Daniel Orleans Darus, modifikator yang ditugasi membangun dua modifikasi DFSL Glory 580 di GIIAS 2018.

Modifikasi DFSK Glory 580Secara rinci Daniel menerangkan hasil modifikasi timnya. Untuk modifikasi DFSK Glory 580 CitiTurismo ketinggian mobil sudah dipangkas. Ia memasukkan lowering kit dari Eibach yang membuat jarak antara bibir fender dengan ban kini hanya dua jari. Kemudian roda-roda standar juga digusur, gantinya velg BC Forged tipe RA-05 berukuran 19 inci, dengan lebar 8.5 inci untuk depan dan 9.5 inci untuk belakang. Velg tersebut dibalut dengan ban Landsail LS588 UHP 245/45R19 untuk bagian depan dan ukuran 275/40R19 untuk di belakang.

Sementara untuk menambah kesan ceper dari mobil berwarna merah maroon itu, Daniel juga menambahkan bemper depan dengan splitter berwarna silver. “Maunya ditambah juga dengan sideskirt, splitter belakang dan muffler. Tapi karena waktunya mepet supaya bisa dipajang di GIIAS ini, jadi tidak keburu,” kata Co-Owner bengkel RZR Garage tersebut.

Modifikasi DFSK Glory 580Kemudian untuk modifikasi DFSK Glory 580 yang kedua adalah dengan tema FreeRoad. Daniel menjejalkan velg replica CE 28 berukuran 17 inci dengan lebar 7.5 inci yang dibalut ban Achilles Desert Hawk A/T ukuran 225/65 R17, guna mengisi keempat ruang fender Glory 580 berwarna putih tersebut.

Agar artikulasi suspensi tetap optimal, maka digunakan Lift Kit sehingga membuat mobil lebih jangkung dari kondisi standarnya. Tampilan eksterior semakin gagah berkat penyematan Roof Basket untuk membawa barang di atas atap dan LED Light Bar guna membantu kinerja lampu depan saat di kondisi minim cahaya. Side stripe custom diaplikasikan untuk bodi samping terlihat semakin atraktif.

Modifikasi DFSK Glory 580“Saya terapkan tema city slicker, jadi seperti mobil off road, jangkung, pakai ban profil tapak kasar, tapi masih bisa juga dipakai di perkotaan,” sebut Daniel. Ia juga menambahkan, untuk membangun kedua mobil tersebut, ia merogoh kocek di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 30 jutaan.

Kedua mobil modifikasi DFSK Glory 580 ini pun dipajang PT Sokonindo Automobile selama pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

Dirinya juga membagikan sedikit tips untuk Bro and Sis yang mau modifikasi Glory 580. Yang pertama untuk bisa mendongkrak penampilan SUV 7 penumpang DFSK itu adalah dengan mengganti velg. Penggantian ke ring ukuran 18-19 inci masih direkomendasikan untuk pemakaian harian, dengan ban ukuran 235/55.

Modifikasi DFSK Glory 580“Kalau pakai ring terlalu besar nanti profil ban jadi tipis, gak enak untuk jalan seperti Jakarta yang banyak lubang. Modelnya pilih yang palang tebal, jangan disk atau mesk, karena bodinya sudah bulat-bulat, biar lebih terlihat kokoh,” kata dia. Selain velg, aplikasi kedua yang bisa ubah penampilan Glory 580 adalah dengan pemakaian cutting sticker. “Modelnya cukup striping simpel aja di bagain bawah bodi, simple tapi beda,” kata dia.

SHARE