Ayo Cek Busi Sebelum Mudik

Jakarta (Tenaga Kuda) – Mudik ke kampung halaman adalah tradisi wajib bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Bagi Anda yang ingin mudik dengan kendaraan pribadi, maka wajib cek busi terlebih dahulu.

Merawat kendaraan adalah hal yang sangat umum dilakukan bagi semua pemilik kendaraan. Namun pada kondisi tertentu tune up atau service akan menjadi kegiatan yang wajib dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan dalam berkendara. Dalam hal ini kegiatan yang paling mendekati adalah mudik ke sanak sodara yang jauh dari tempat tinggal kita.

Salah satu moda transportasi yang banyak digunakan pemudik adalah mobil pribadi. Selain nyaman, mobil dipilih karena pengendara dan penumpang akan merasa aman dan waktu tempuh bisa lebih singkat. Untuk itu menjaga kesehatan mobil sebelum mudik sudah menjadi menu wajib bagi pengendara yang akan melakukan perjalanan.

Untuk menjaga performance mobil pada saat kita mudik setidaknya service menjadi kegiatan rutin yang akan dilakukan agar mobil yang kita gunakan tidak ada masalah nantinya.

Mazda Lebaran Campaign 2018

Sebenarnya banyak komponen yang harus dilakukan perawatan salah satunya adalah Busi. Berikut ini adalah tips yang harus dilakukan pemudik dalam merawat busi

1. Perhatikan gejala busi yang sudah mengalami keausan pada elektrodanya
Komponen busi bisa dijadikan sebagai indikator utama suatu mobil dalam memberikan informasi kepada pengguna. Merawat busi tidak perlu menunggu sampai mati karena sebelum busi mati banyak gejala yang dapat kita rasakan pada saat kita berkendara.

Diantara gejala yang paling mudah adalah susah start. Apabila mobil kita susah melakukan start pada kondisi mesin sudah panas maupun dingin maka tidak ada salahnya kita perhatikan kondisi busi mobil yang akan kita gunakan untuk mudik.

2. Cek tingkat kerusakan busi
Elektroda busi adalah suatu bagian yang akan cepat terkikis dan mengalami ke ausan pada permukaannya dikarenakan bagian tersebut tempat terjadinya api pada ruang bakar. Apabila elektroda sudah mengalami keausan maka busi perlu diganti.

3. Bersihkan busi apabila kondisi elektroda masih bagus
Bentuk yang masih kotak tanpa ada bulatan adalah tanda bahwa elektroda busi belum mengalami keasuan. Biasanya aliran listrik masih sangat baik dan penumpukan karbon tidak terlalu banyak.

Apabila elektroda sudah mengalami pengendapan karbon atau kotoran, cukup membersihkan elektrodanya dengan cara menyemprot bagian elektroda dengan cairan yang bersifat Non-Metal seperti brake cleaner.

Tidak perlu melakukan amplas dan hindari cairan yang bersifat abrasif terhadap karat, karena cairan tersebut akan mengkikis permukaan plating ataupun elektroda busi. Cara ini sangat membantu pemudik apabila mobil mengalami mogok atau susah start.

Agar perjalanan mudik kita aman dan nyaman sangat dianjurkan busi kita diganti terlebih dahulu setelah dilakukan service rutin. Sesuaikan dengan kilometer penggantian busi 15.000 sampai dengan 20.000 adalah jarak ideal untuk kita mengganti busi agar mudik kita lebih aman dan nyaman.

Jika budget service kita berlebih ada baiknya kita mencoba penggantian busi standar kita menjadi Platinum Gpower ataupun Iridium IX yang memiliki fitur anti kerak dan memiliki durabilitas penggantian busi yang lebih baik dari tipe standar nikel.

Jangan tunggu sampai mobil kita tidak bisa start apalagi mogok dijalan pada saat mudik hanya dikarenakan busi kita yang terlewat dalam perawatan rutin kita sebelum mudik.

SHARE