Bermodal VR46 Riders Academy, Rossi Tak Mau Berhenti Cari Bibit Unggul

Tavuilla (Tenaga Kuda) – Kerja keras Valentino Rossi mengembangkan VR46 Riders Academy mulai menampakkan hasil. Pembalap-pembalap asuhannya kini mulai berprestasi.

Tak main-main, dua muridnya yakni Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli akan menjadi lawannya di arena MotoGP 2019.

Rossi pun merasa bangga seraya mengungkapkan akan sulit bagi dirinya untuk mencari murid seperti Morbidelli dan Bagnaia terlebih mereka adalah juara dunia Moto2 dua musim terakhir.

Salah satu langkah terbaru VR46 adalah dengan kepindahan Junior Team VR46 Riders Academy dari CEV yang memberi mereka gelar CEV Moto3 bersama Nicolo Bulega (2015) dan Dennis Foggia (2017).

Sebagai gantinya,tim junior akan turun di kejuaraan Italia, menurunkan Elia Bartolini dan Lorenzo Bartalesi.

Menurut Rossi, kepindahan ini tidak mengurangi komitmen tim dalam mencari bibit unggul.

“Kami ingin melanjutkan, dan tahun depan kami akan turun di CIV, bukan CEV,” kata Rossi di Motorsport.

“Akan sulit melakukan pekerjaan sama seperti yang kita lakukan bersama Morbidelli, Pecco, atau adik saya (Luca Marini), tapi kita akan mencobanya, dengan pembalap muda yang saya sukai.”

Namun sayangnya, Sky Racing Team VR46 menyatakan tidak ikut serta dalam musim perdana MotoE World Cup. Padahal sebelumnya isu-isu sudah berkembang.

“Kami tak akan ada di motor listrik tahun ini, kita akan lihat bagaimana kejuaraanya nanti, kami juga belum memiliki kekuatan.”

“Kami tidak memiliki staff, dan tempat untuk membangun tim lainnya, dan melakukannya dengan baik,” jelas rider Yamaha itu.

“(Prioritas kami) adalah bertahan di Moto3 dan Moto2, meneruskan proyek kami mengembangkan pembalap Italia, namun untuk kedepannya mengapa tidak?“

Di VR46, adalah Uccio Salucci dan Carlo Casabianca yang bertanggung jawab atas karier para pembalap akademi.

“Kami bertanggung jawab atas kontrak pembalap, dan juga persiapan pada berbagai level,” jelas Salucci.

“Untuk itu, kami mengambil persentase. Dengan cara ini, anak-anak bisa sepenuhnya fokus pada berkendara dan berlatih, hal yang harus mereka lakukan.”

“Kami terus memantau mereka dari segi nutrisi, dan juga dari sudut pandang pelatihan fisik.”

“Tiap kami menyiapkan aktivitas dengan motor, apapun jenisnya, segalanya siap, dan mereka didampingi mekanik dari Sky team yang siap membantu mereka.

“Kami ingin menghasilkan juara dunia MotoGP, namun tidak berharap akan sukses secepat itu.”

“Kami tidak berpikir [Francesco] Bagnaia dapat berkembang secepat itu, begitupun dengan [Marco] Bezzecchi dan [Luca] Marini, meski menunjukkan mereka punya talenta luar biasa.

“Bagaimanapun, pertama-tama kami ingin memenanginya bersama Valentino, dan kemudian kita lihat nanti,” pungkas Salucci.

SHARE