Cerita Iannone Kesulitan Beradaptasi di Suzuki

Jakarta (Tenaga Kuda) – Andrea Iannone mengakui pada awal bergabung dengan Suzuki Ecstar dirinya mengalami kesulitan beraptasi. Hal inilah yang membuat rider Italia itu tampil buruk di musim perdananya bersama tim Jepang tersebut.

Datang dari Ducati dengan segudang pengalaman, Iannone diharapkan Suzuki untuk membantu mereka tampil impresif di arena MotoGP. Apalagi di musim sebelumnya, Maverick Vinales mampu memberi kemenangan pertama pada Suzuki di kancah MotoGP setelah sekian tahun vakum.

Namun, ekspektasi itu berlebihan. Pada kenyataannya Iannone tidak mampu tampil bagus.

“Kepala mekanik, Marco Rigamonti dan saya sendiri masih baru di Team Suzuki, yang berarti kami harus mulai dari awal dalam hal pengetahuan motor dan juga dengan filosofi kerja perusahaan Jepang,” jelas Iannone.

“Setiap tim MotoGP berbeda dan bila Anda berasal dari lingkungan yang spesifik selama bertahun-tahun, sangat rumit untuk mengubah cara Anda mendekati pekerjaan dan juga menghadapi masalah.”

“Tapi seiring berjalannya waktu di garasi, Anda belajar mempercayai rekan kerja dan memanfaatkan sejumlah besar hal yang dapat mereka jelaskan dan ajarkan tentang motor, mulai dari engineer hingga mekanik,” papar Iannone.

“Kesabaran dan fokus adalah kunci sukses, inilah sesuatu yang selalu saya percaya. Dan telah terbukti lagi tahun ini. Kami terus bekerja, sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah. Kami merasa frustrasi. Tapi bahkan di saat-saat paling gelap sekalipun, kami tidak pernah kehilangan kepercayaan pada kerja keras kami.”

“Akhirnya, di Brno dan kemudian di Aragon, beberapa solusi teknis baru pada motor meyakinkan keyakinan kami, bahwa kami menemukan kesalahan dan kami memiliki beberapa solusi, serta 2018 tampak lebih cerah setelah itu. Ini berasal dari kerja tim, itulah kuncinya.

“Setelah Alex Rins pulih cedera, kami mendapat bantuan untuk mengumpulkan informasi lebih, juga Sylvain Guintoli membawa sudut pandang yang memperkaya perspektif kami. Dan kami tidak bisa melupakan [pembalap tes] Takuya Tsuda, yang bekerja keras di Hamamatsu, Jepang. Kami semua saling memperkuat dan percaya. Tim juga bekerja lebih intens dan engineer mendapatkan petunjuk lebih banyak.

“Bersama dengan kru saya dan seluruh tim, kami mampu mengatasi masalah awal musim, karena percaya satu sama lain dan mempercayai kerja keras setiap orang. Itulah pelajaran utama yang saya petik dari musim pertama dengan Suzuki di MotoGP,” pungkasnya.

SHARE