Depresiasi Harga Sepeda Motor Skutik

Jakarta (TenagaKuda) – Sepanjang 2014 lalu, pangsa pasar sepeda motor nasional sedikit mengalami gejolak. Target penjualan para produsen yang diprediksi bisa menembus 8 juta unit, ternyata melenceng. Berdasarkan data dari Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang 2014 lalu total penjualan sepeda motor di Tanah Air mencapai 7.867.195 unit.

Hasil ini diperoleh dari penjualan lima merek anggota AISI, yaitu Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS. Meskipun sedikit meleset dari target, tapi angka pertumbuhan penjualan sepeda motor di Indonesia ternyata mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2013, yang secara total mampu menjual sebanyak 7.743.879 unit.

Pada 2014 lalu, penjualan sepeda motor lebih banyak di dominasi oleh segmen skutik, yang berkontribusi sekitar 67,66 persen. Sedangkan penjualan sepeda motor jenis bebek mengalami penurunan dan hanya mampu mengambil porsi sebesar 18,57 persen. Sementara untuk jenis sepeda motor sport, pamornya semakin meningkat dan mampu meraih porsi penjualan sekitar 13,77 persen.

Depresiasi Harga Segmen Sepeda Motor Skutik

Awal tahun 2014 memang banyak pabrikan yang menggelontorkan varian terbaru dari produk-produk unggulan mereka, khususnya di segmen sepeda motor skutik. Namun, dari seluruh sepeda motor yang terjual tahun lalu, penjualan sepeda motor terlaris masih tetap dipegang oleh dua merek saja, yakni Honda dan Yamaha.

Berdasarkan catatan yang dimiliki oleh Carmudi Indonesia, untuk segmen sepeda motor berjenis skutik yang mendominasi penjualan di Tanah Air, merupakan model-model yang menyasar pada kalangan konsumen pembeli pertama atau masyarakat yang memiliki penghasilan rendah. Meski begitu, penyusutan harga jual kembali untuk sepeda motor di segmen ini ternyata cukup besar.

Dibandingkan dengan merek-merek asal Jepang, TVS yang merupakan merek asal India, mengalami kejatuhan dalam harga jual kembali produknya. Berikut ini merupakan beberapa jenis sepeda motor skutik yang harga jual kembalinya jatuh cukup drastis di awal tahun 2015 versi Carmudi Indonesia.

• Honda Spacy
Honda Spacy merupakan salah satu varian sepeda motor jenis skutik lansiran Honda yang mengalami penurunan harga cukup tajam. Jika untuk harga terbarunya dibanderol Rp. 13,9 juta maka harga motor bekasnya berkisar Rp. 10,5 juta. Hanya berselang satu tahun, harga jual kembali Spacy anjlok sekitar Rp. 3,4 juta.

• Yamaha Xeon
Yamaha Xeon menjadi sepeda motor berjenis skutik yang mengalami penurunan harga jual kembali. Diluncurkan sebagai peringatan kemenangan Yamaha di ajang MotoGP pada 2012 lalu, ternyata tak mampu mendongkrak penjualannya.

Jika harga terbarunya dijual berkisar Rp. 15,5 juta maka harga motor bekasnya dilepas sekitar Rp. 12,5 juta. Dari sini terlihat kalau Xeon mengalami depresiasi sekitar Rp.3 juta.

• Suzuki Nex Fi
Salah satu motor jenis skutik lansiran Suzuki yang mengalami penurunan harga jual cukup besar adalah Suzuki Nex Fi. Meskipun sudah dibekali dengan teknologi terbaru, tapi kurangnya promosi yang dilakukan Suzuki membuat harga Suzuki Nex Fi cukup jatuh.

Harga terbaru Suzuki Nex Fi berkisar Rp. 13.290.000, sedangkan harga motor bekasnya dibanderol mulai dari Rp. 8.500.000. Suzuki Nex Fi mengalami penurunan harga jual kembali sekitar Rp. 4.790.000.

• Suzuki Let’s
Suzuki memerkenalkan sepeda motor berjenis skutik dengan model retro yang disebut dengan Suzuki Let’s. Model yang kurang menarik, meskipun dibekali dengan teknologi baru, membuat Suzuki memutuskan untuk mengakhiri produksinya.

Untuk harga barunya, Suzuki Let’s dibanderol berkisar Rp. 14.150.000, sedangkan harga motor bekasnya dijual mulai dari Rp. 8.500.000. Depresiasi harga Suzuki Let’s berkisar Rp. 5.650.000.

• TVS Dazz
TVS merupakan merek sepeda motor asal India. Melihat segmen sepeda motor skutik yang cukup ramai, TVZ menggelontorkan TVS Dazz. Kurangnya promosi dan juga kurang terkenalnya merek India di Tanah Air, membuat penjualannya merosot.

Untuk harga terbarunya, TVS Dazz dibanderol Rp. 10.990.000, sedangkan harga motor bekasnya Rp. 4.900.000. Harga jual kembali TVS Dazz sangat jatuh, yang berkisar Rp. 6.090.000. [Syu/Pra]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here