Ekspor All New Honda Brio Jadi Kado HUT HPM ke-20

Karawang (TenagaKuda) – Tahun ini menjadi tahun yang spesial bagi PT Honda Prospect Motor (HPM). Karena di 2019 HPM merayakan ulang tahunnya yang ke-20. Sebagai kado istimewa untuk HUT kali ini, HPM juga sekaligus menggelar seremoni ekspor All New Honda Brio untuk pasar Vietnam dan Filipina.

Ekspor perdana Honda di Indonesia dimulai sejak 1992 saat PT Prospect Motor sebagai distributor Honda mengirim komponen mobil ke berbagai negara. Antara lain ke Jepang, Thailand, Malaysia, India, Pakistan, Filipina, Vietnam, Brazil, Argentina, Meksiko, dan Taiwan.

Kemudian pada 2009 setelah Honda Motor Co., Ltd dan PT Prospect Motor bergabung menjadi PT Honda Prospect Motor, ekspor mobil secara utuh (CBU/Completely Built Up) untuk model Honda Freed ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam pada periode 2011-2014.

“Indonesia adalah pasar yang penting untuk Honda, dan Indonesia juga telah menjadi kontributor utama dalam penjualan Honda di wilayah Asia dan Oceania,” kata Masayuki Igarashi, Chief Operating Officer for Regional Operation (Asia & Oceania) Honda Motor Co., Ltd. dalam sambutannya di Pabrik HPM di Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/03/2019).

Sementara itu Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Republik Indonesia (RI) menyebutkan jika nilai ekspor All New Honda Brio yang dilakukan HPM tahun ini mencapai Rp1 triliun lebih dengan nilai TKDN mencapai 89%.

“Sejak 2013, HPM telah melakukan ekspor CKD (Completely Knock Down) untuk 11 model kendaraan roda empat merek Honda ke 12 negara tujuan di benua Asia dan Amerika,” kata Airlangga.

“Dan melalui All New Brio HPM akan terus tingkatkan performa ekspornya juga untuk model-model lain dengan target total ekspor mencapai Rp25,5 triliun pada 2021,” tambah Airlangga.

Honda Brio tercatat pertama kali diperkenalkan HPM di Indonesia pada 2012. Selanjutnya Brio Satya diperkenalkan sebagai mobil dengan program LCGC (Low Cost Green Car) dari pemerintah RI pada 2013.

“Brio generasi kedua pun diluncurkan HPM pada Oktober 2018 yang dirancang khusus untuk rakyat Indonesia tapi dengan standar kualitas global. Kini ada permintaan All New Brio dari Vietnam dan Filipina,” sambung Takehiro Watanabe, President Director HPM.

Sebagai kilas balik, Watanabe juga menjelaskan jika sejarah HPM dimulai sejak 1973 dengan berdirinya PT Prospect Motor.

Kemudian pada 1977 muncul PT Imora Honda, selanjutnya baru kemudian HPM didirikan pada 1999. Pabrik pertama HPM didirikan di Karawang, Jawa Barat pada 2002 dan mulai produksi pada 2003 dengan kapasitas 30.000 unit.

Lalu pada tahun berikutnya, kapasitas produksi pabrik meningkat jadi 80.000 di 2013.

Pabrik kedua diresmikan pada 2014 dan kini produksi HPM sudah mencapai 200.000 unit per tahun, dengan memproduksi beberapa model Honda seperti Jazz, Brio, Mobilio, BR-V, CR-V dan HR-V.

“Saat ini pabrik HPM di Indonesia adalah pabrik terbesar keempat bagi Honda di dunia dengan nilai investasi hingga 2019 mencapai Rp4,2 triliun serta memperkerjakan 6.900 karyawan,” tukas Airlangga.

SHARE