Ferrox Kini Punya Filter Udara untuk Honda CBR250RR

Jakarta (Tenaga Kuda) – Brand yang terkenal dengan berbagai komponen berkualitas, Ferrox kembali menggebrak. Ferrox memberikan kejutan kepada para pengunjung dengan menghadirkan produk baru filter udara untuk Honda CBR250RR.

Mengambil tempat di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017, PT Prima Semesta Asia (Primes Asia) yang merupakan distributor Ferrox untuk Indonesia dan Asia menghadirkan produk baru filter udara untuk Honda CBR250RR.

Andy Hasten, E-Commerce Manager PT Primes Asia mengutarakan bila mereka telah melakukan riset cukup lama di Thailand untuk bisa menghadirkan filter udara untuk model Honda CBR250RR.

“Desain filter udara CBR250RR ini memiliki keunikan tersendiri dimana terdapat enam buah baut pada bagian sisi bingkai sebagai pengikat filter pada rumahnya. Kami telah merancang frame karet Ferrox dimana pemilik masih bisa memanfaatkan baut bawaan filter standarnya,” ujar Andy.

Penggunaan baut pada bagian bingkai memberikan keuntungan dimana posisi filter udara semakin kuat melekat pada rumahnya sehingga kemungkinan terjadinya kebocoran udara sangat kecil. Sedangkan proses pemasangan Ferrox sama seperti pemasangan filter standar CBR250RR.

filter-udara-ferrox-honda-cbr250rr-1

Motor sport Honda CBR 250 RR merupakan produk global pertama kali diperkenalkan di Indonesia menggunakan mesin dua silinder 250cc , 8 katup berpendingin cairan mampu menghasilkan tenaga puncak 27,1 Kw pada 12.500 rpm dan torsi maksimal 22,5 Nm pada rpm 10.500rpm.

“Ferrox untuk model Honda CBR 250 RR untuk pasar Indonesia kami tawarkan dengan harga Rp 550.000,- . Sedangkan harga untuk Negara-negara di Asia kami menggunakan mata uang Dolar Amerika,” tutur Andy.

Selama berlangsungnya pameran IIMS 2017, konsumen bisa mendapatkan ragam produk Ferrox dengan cicilan 0 persen selama enam bulan bagi pemegang kartu kredit BCA dan langsung mendapatkan merchandise spesial.

Sebagai produk skala internasional, Ferrox memberikan jaminan kepuasan pelanggan berupa garansi produk selama 6 (enam) bulan jika terdapat cacat produksi dan bukan dari kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh konsumen.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here