Gagal Kencang Bersama Honda RC213V, Lorenzo Disuruh Training Lagi

Mugello (Tenaga Kuda) – Karena tak juga mampu tampil apik, Repsol Honda memerintahkan Jorge Lorenzo untuk terbang ke Jepang demi meningkatkan feeling pada Honda RC213V.

Kesulitan sang lima kali juara dunia berlanjut dalam gelaran MotoGP Italia. Jika musim lalu sukses mempersembahkan kemenangan untuk Ducati, tahun ini X-Fuera hanya mampu finis ke-13.

Lorenzo pun mengungkapkan, bahwa ia akan terbang ke pabrik Honda di Asakadai untuk mencari rasa yang lebih nyaman saat menggeber RC213V – area di mana Spaniard masih merasa perlu adanya perbaikan.

“Saya benar-benar percaya kami bisa membuat peningkatan yang cukup besar pada area itu. Solusi bagi kami adalah pergi ke Jepang, menghabiskan beberapa hari di sana,” ujarnya di Motorsport.

“Saya tahu sebelum perlombaan akan sulit karena feeling, bagaimana feeling saya di atas motor, juga karena [kondisi cuaca] panas dan posisi start saya [ke-17].”

“Kurang lebih saya menjaga kecepatan yang saya harapkan, tiba di posisi yang saya harapkan. Tidak lebih baik, tidak lebih buruk. Tetapi kami tidak bisa senang.”

“Posisi dan jarak dari pemenang pemenang [lebih buruk] dari Le Mans, namun kami sudah menduganya sebelum balapan.”

“Semoga kami, selangkah demi selangkah, bisa lebih dekat dan meningkatkan hasil dari Le Mans. Ini target saya. Inilah mengapa saya tidak pulang, tetapi bekerja keras di pabrik [Honda],” lugas riedr Spanyol itu.

Enam seri telah berlalu dalam debut sebagai pembalap skuat berlogo sayap tunggal, Lorenzo terpuruk di peringkat ke-14 klasemen sementara. Ia bahkan baru mengemas 19 poin – selisih hampir 100 poin dibanding Marc Marquez.

“Jelas kami memiliki mesin yang sangat kuat pada saat ini. Namun ini membawa masalah lain di area lain. Menurut saya, [membuat motor] sulit untuk dikendarai,” tuturnya.

“Marc sangat kencang. [Dia] memenangi banyak balapan dengan motor ini. Jadi, hal yang paling logis bagi mereka adalah terus [mengikuti] jalan Marc.

“Tetapi saya juga percaya jika ada pabrikan yang bisa membuat Plan B, itu adalah Honda.”

“Mari kita lihat apakah kita dapat bekerja sama tidak hanya dengan ergonomi, namun juga dalam hal-hal lain untuk membuat motor lebih lengkap dari sekarang.”

“Saat ini motor sudah cukup lengkap bagi Marc untuk meningkatkan hasil tahun-tahun sebelumnya, tetapi untuk pembalap lain itu lebih sulit,” pungkasnya.

SHARE