Gandeng Kemenperin RI, AMMDes Dogimodz 2019 Tantang Para Desainer Digital

Jakarta (TenagaKuda) – Modifikasi bukan hanya sekedar lifestyle tapi juga diharapkan bisa membantu perkembangan negara. Semangat itulah yang mendasari dilaksanakannya AMMDes Digimodz 2019, sebuah kompetisi modifikasi digital untuk unit AMMDes.

Andre Mulyadi, Founder NMAA menyebutkan jika AMMDes Digimodz 2019 merupakan kompetisi untuk memberikan kontribusi positif kepada AMMDes serta memperebutkan Piala Kementrian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI). “Kami ingin modifikasi bukan sekedar fisik tapi juga ide untuk memperbesar devisa negara. Dan desain digital merupakan platform baru di dunia modifikasi karena jauh lebih murah dan dinamis karena melibatkan sosial media,” kata Andre di Jakarta, Senin (05/08/2019).

AMMDes Digimodz memang melibatkan kerjasama antara Kemeterian Perindustrian RI, NMAA, dan PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) sebagai produsen AMMDes. “Kegiatan ini untuk meningkatkan awarness masyarakat terhadap AMMDes sebagai karya anak bangsa yang dilakukan secara online yang selanjutnya dilakukan penilaian oleh tim ahli untuk mendapatkan nilai terbaik,” kata Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian RI.

Ditunjuk sebagai panitia juri penilai, Putu mengatakan jika pihaknya telah membuka pengiriman desain digital untuk kompetisi ini sejak 9 Juli 2019 dan akan ditutup pukul 23.59 tanggal 5 Agustus 2019. Dan sampai saat ini sudah lebih dari 100 desain digital yang sudah diterima tim juri. Nantinya akan dipilih satu Pemenang Utama dan satu Pemenang Favorit Sosial Media.

Pemenang Utama nantinya akan mendapatkan Piala, Sertifikat, dan uang tunai Rp10 juta. Selain itu karyanya akan diwujudkan secara nyata dan ditampilkal di Indonesia Modification Expo (IMX) pada 28-29 September 2019, di Balai Kartini, Jakarta. Sementara itu Pemenang Sosial Media Favorit, akan mendapatkan Sertifikat dan uang tunai Rp5 juta.

Andre menyebutkan, nantinya hasil desain modifikasi yang dinilai adalah modifikasi yang mementingkan sisi fungsional, terutama untuk kebutuhan di daerah-daerah. Karena tujuan dari kompetisi ini sebenarnya adalah bagaimana ide-ide dari kaum milenial bisa diwujudkan untuk kebutuhan AMMDes sesuai fungsinya. “Yang menarik karena hampir 70 persen peserta bukan dari desainer grafis profesional. Tentu kita mendapatkan banyak hal menarik dari sini,” ucap Andre.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan awarness masyarakat semakin tinggi sehingga produk ini lebih diterima masyarakat,” tutup Putu.

SHARE