Harusnya Motor Listrik Zero Jangan Dirakit di Amerika

Jakarta (TenagaKuda) – Konsumen berduit di Indonesia tidak lama lagi punya pilihan mainan baru saat Zero Motorcycle mulai memasarkan sepeda motor listrik mereka bersama distributor lokal Garansindo Technologies bulan depan. Menggunakan sumber penggerak listrik pada sepeda motor mungkin kesannya canggih untuk level Indonesia, tapi ternyata bila disimak lebih detail proses produksi unit Zero sederhana.

Jangan terkejut, tapi metodenya patungan. Meski diagungkan sebagai produk eksklusif AS, sebagian besar komponen pada satu unit Zero berasal dari aneka negara regional Asia. Kalau masih ingat, dua tahun yang lalu sebenarnya Zero sudah menyentuh lantai Jakarta Motorcycle Show 2012, tapi waktu itu tak ada emblem Zero Motorcyle di tubuh model pamer, hanya ada logo TDR Industries.

Nah kalau dipreteli bisa terungkap banyak komponen-komponen penyusunnya ga doyan makan hamburger.  Sumber terpercaya TenagaKuda merinci, sasis, baterai, dan pelek Zero dibuat di China. Suspensi, ban, dan rem cakram disuplai dari Taiwan. Cuma sistem manajemen baterai yang mengatur jumlah energi ke roda dan generator listrik saja milik Zero Motorcycles.

Saat keterangan pers Zero Motorcycles disiarkan belum ada informasi harga jual. Tapi kemungkinan harganya kelewatan mahal, ingat yang bawa Garansindo Technologies turunannya juragan mobil merek Fiat-Chrysler (Alfa Romeo, Fiat, Jeep, Dodge, Chrysler) Garansindo Inter Global. Seharusnya sih ga kena Rp 200 juta, TDR Industries sempet bilang harganya sekitar itu. Kalau lewat ya wajar, soalnya, Garansindo.

Sebenarnya ada peluang banderol Zero jauh lebih murah kalau langsung dirakit di Indonesia, ga perlu di AS sana. Buat apa CBU kalau komponennya dikirim dari Asia, jalur distribusinya ribet, muter-muter, ongkos mahal. Malah kalau pandangannya luas, selain harganya masuk akal, dari Indonesia bisa ekspansi pasar ke ASEAN, sebut saja ke Thailand, Malaysia, atau Vietnam.

Atau, bila memang tidak bisa dirakit di Indonesia. Kan bisa dipilih negara Asean lain yang lebih dekat agar bisa menjangkau pasar Asia yang saat ini menjadi ladang uang tiap pabrikan.

Tapi tentu saja harus ada hitung-hitungan bisnis di sini. Berapa cost untuk membangun pabrik perakitan bila dibandingkan dengan berapa unit yang kira-kira potensial untuk dijual. Berbagai produk otomotif pun memang menggunakan produk dari berbagai negara sebelum disatukan di sebuah pabrik, tapi ya itu tadi, kalau kebanyakan komponen berasal dari Asia namun harus dirakit di Amerika trus dikirim lagi ke Indonesia yang notabene ada di Asia buat apa?

Namun sebagai catatan, dari catatan sejarah Zero Motorcycle, baru tahun lalu mereka hengkang dari Inggris gara-gara penjualan buruk selama empat tahun. Komitmen aftersales sirna, cuma disisakan satu agen buat mengurus semua konsumen yang punya Zero di Inggris yang luasnya 130.395 km2, nah kalau kabur dari Indonesia yang daratannya sepuluh kali lebih luas gimana?

Oya, sebagai infromasi Zero Motorcycles didirikan tahun 2009, berawal memproduksi special order untuk beberapa konsumen corporate dan pemerintahan di Amerika Serikat. Pada tahun 2010, Zero Motorcycles, merupakan perusahaan pertama yang memproduksi motor listrik premium dalam sekala besar (mass production).

Tercatat, ada 4-model yang akan diperkenalkan di Indonesia: Zero S bermodel Street Fighter, Zero SR bermodel Racing Street Fighter, Zero DS bermodel Dual Sport dan Zero FX bermodel Supermoto.

2015_zero-sr_action-05_777x555_gallerySaat ini Zero Motorcycles digunakan sebagai motor dinas di Negara-negara seperti Amerika, Brasil, dan beberapa Negara Eropa dan Timur Tengah seperti Kuwait. Motor-motor yang digunakan yatu DS police dan  S Police yang berbasis Zero DS dan Zero S.

Setiap motor listrik line up Zero, jika dianalogikan mesin berbahan bakar bensin, maka setara kelas 400 cc sampai dengan 650 cc, tergantung tipe dan jenis.

Setiap sasis motor listrik produk Zero, memiliki kelenturan layaknya motor 250cc. Sehingga, menilik dari komposisi itu, maka Zero nyaman digunakan harian seperti moge (motor gede) kelas 250cc dengan performa seperti motor 650cc.

Durasi charging setiap line up, dalam kondisi standar berlangsung 5 hingga 6 jam dan dapat berlangsung hanya dalam 2-jam jika menggunakan special accessories. Semua unit Zero yang dirilis untuk pasar Indonesia, kompatibel dengan stop kontak oulet 110-220 volt.

Untuk biaya pemakaian listrik sampai baterai penuh, tergantung dengan TDL (Tarif Dasar Listrik) yang terpasang, berkisar 15 hingga 20 ribu rupiah. Dalam kondisi baterai full, jarak tempuh produk Zero mampu menjelajah hingga 298 km, dengan kecepatan maksimum 164 km/jam. [Feb/Syu]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here