Honda: Mobil Listrik untuk Indonesia? Nanti Dulu Deh!

Karawang (TenagaKuda) – Pemerintah Republik Indonesia (RI) sudah mencanangkan bakal mengetok palu tentang kebijakan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Program ini sudah dipersiapkan bakal disahkan tahun depan. Lantas bagaimana tanggapan Honda?

Jonfis Fandy, Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) menurutkan kalau pihaknya belum melihat ada kepentingan untuk menyediakan mobil listrik untuk Indonesia terkait program LCEV tersebut. “Sampai saat ini kita belum pikirkan untuk mobil listrik, secara teknologi Honda memang punya tapi secara infrastruktur belum siap,” kata Jonfis.

Sebagai contoh belum siapnya infrastruktur untuk mobil listrik di Indonesia katanya adalah tentang masalah charging station. “Kalau pakai tegangan 220 volt baterai mobil baru bisa penuh 6-8 jam sementara kalau mau 2-3 jam butuh yang fast charging. Ini kan yang belum ada, orang mana mau menunggu isi ulang baterai sampai 8 jam,” katanya.

Menurut dia, HPM bahkan masih mengandalkan mobil-mobil dalam program LCGC (Low Cost Green Car) yang disodorkan melalui Honda Brio Satya. “Keputusan tentang LCEV itu kan juga belum jelas apa full electric atau hybrid, jadi kita juga belum lakukan tes apa-apa terkait mobil listrik untuk Indonesia,” tukas Jonfis.

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI memang telah menegaskan jika pada program LCEV, pemerintah akan memberikan PPnBM sebesar 0% untuk kendaraan-kendaraan berbasis energi listrik. Rencananya program persebut ditargetkan berjalan pada 2020 dan pada 2025 sudah ada 20% kendaraan berbasis energi listrik yang digunakan sehari-hari di Indonesia.

SHARE