Iannone: Untuk Apa Saya Sedih?

Jakarta (Tenaga Kuda) – Akibat performa yang tidak bagus di MotoGP 2017, Andrea Iannone banyak dicemooh. Karena hal itu, The Maniac pun mengaku dia merasa tertekan.

Satu kekuatan yang membuatnya tidak down adalah karena dirinya percaya pada kemampuan diri sendiri. Sebab untuk sampai ke tingkat ini, Iannone mengklaim dia meraihnya seorang diri.

“Tidak ada yang pernah memberi saya sesuatu. Saya selalu melakukan segalanya sendiri, tanpa kontak, back-up dan saya selalu mengguncang segalanya,” tegas Iannone dalam wawancara dengan majalah Riders.

“Di motor kecil, lalu di 125, di Moto2 dan di Ducati. Semua yang saya dapatkan adalah karena kekuatan saya. Jadi, jika saya memikirkannya, saya sudah menang dalam kehidupan.”

“Selalu layak memperjuangkan apa yang Anda inginkan dalam hidup, dan bagi saya itu tidak ada batasnya. Kepala yang tanpa batas bisa membawa Anda kemana saja,” pungkas Iannone.

Dia lalu bercerita bagaimana dirinya sempat terpukul melihat hasil yang dia peroleh di Suzuki. Bukan apa-apa. Ketika bersama Ducati dirinya adalah pembalap yang memberi kemenangan pertama pada tim Ducati Corse setelah bertahun-tahun tak merasakan menang balapan.

“Tidak mudah menerima situasi yang saya hadapi setelah dua tahun terakhir di MotoGP. Dari pembalap pabrikan Ducati yang selalu di depan, lalu menemukan diri saya ada di urutan kedelapan belas yang itu tak terduga, saya tidak siap, itu benar-benar menjadi pukulan keras,” aku Iannone.

“Ada hari-hari saya bahkan tidak bisa bicara, saya hanya memikirkan ini, semuanya hitam.”

“[Tapi] Saya berusia 28 tahun, saya dapat bangun di pagi hari dan melakukan apapun yang saya suka, entah itu membeli mobil, atau motor, atau menghilang tanpa mengatakan apapun kepada siapapun.”

“Jadi apa alasan saya untuk tidak bahagia atau bersedih, untuk apa? Apa saya harus mengeluh? Saya terus mengatakan pada diri sendiri bahwa saya harus lanjut dan memberikan semuanya, meski mengalami kesulitan,” jelasnya.

“Saya ingin menang. Saya telah belajar untuk menjadi lebih sabar, lebih realistis, namun targetnya tetap sama. Saya ingin menang, itu satu-satunya yang penting,” tegas The Maniac.

SHARE