‘Indonesia Jangan Dijajah Jepang Terus’

Jakarta (Tenaga Kuda) – Sudah puluhan tahun pasar motor Indonesia dikuasai oleh pabrikan Jepang, tanpa ada perlawanan berarti dari brand lokal. Karena itu sudah saatnya Indonesia bangkit.

Dahulu pernah ada Kanzen, yang walaupun tidak dominan di pasar namun bisa memberi warna. Kini ada Gesits, sebuah brand motor listrik yang digagas perusahaan Indonesia, Garansindo yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

CEO Garansindo Group, Muhammad Al Abdullah berharap Gesits bisa menjadi pembuka jalan agar brand lokal bisa lebih dipandang, setidaknya di rumah sendiri.

“Sudah puluhan tahun pasar dikuasai brand asing. Jangan terus dijajah Jepang,” cetusnya.

Dia lalu bercerita kalau Gesits yang mengambil segmen kendaraan listrik saat ini sudah dipesan puluhan ribu unit dengan rencana produksi 100.000 unit pertahun. Bila dibandingkan dengan total pasar motor nasional yang ada di angka 6 juta unit per tahun, rencana produksi Gesits memang masih terbilang kecil.

Tapi untuk segmen motor listrik, bila rencana terealisasi maka Gesits bisa menjadi produsen motor listrik terbesar di Indonesia.

Untuk harga sendiri, motor yang menurut rencana akan prelaunch di akhir tahun 2017 dengan rencana launch di 2018 ini bakal dilepas di bawah angka Rp20 juta.

“Karena itu, motor listrik Viar Q1 yang baru saja diluncurkan tidak kita anggap lawan. Kita malah senang karena dengan adanya motor listrik yang juga dari brand lokal, pasar kendaraan listrik bisa terangsang. Jadi bisa berpadu untuk mengembangkan segmen ini.”

“Ada brand Jepang di Indonesia yang sudah mulai menjelek-jelekkan motor listrik. Jarak tempuh yang tidak bisa jauh-lah, takut kena banjirlah. Ini kontradiktif, sebab prinsipalnya di Jepang sana malah bicara era motor listrik sudah siap,” lugas pria yang akrab disapa Memet ini.

Sebagai pembuktian, di bulan November nanti Gesits akan dibawa Garansindo untuk dipamerkan di EICMA 2017, sebuah pameran motor paling bergengsi di dunia yang akan digelar di Milan, Italia.

“Ini untuk membuktikan bila ada loh produk Indonesia yang punya standar internasional. Tentu ini akan menjadi satu kebanggaan,” pungkasnya.

SHARE