Ingat Rini M. Soemarno, Ingat Kanzen

Jakarta (TenagaKuda) – Kalau ada yang ikutin isu nasional, pasti akan tahu kalau Jokowi telah mempersiapkan ‘rumah transisi.’ Nah, di sana ada, Rini M.Soemarno. Untuk dunia otomotif, dia bukanlah orang baru. Kanzen adalah salah satu besutannya.

Gema mobil nasional sudah surut. Tidak ada lagi yang bicara mengenai mobil nasional. Tapi sadar enggak kalau saat berita mobil nasional tengah tersaji di berbagai media, nama motor nasional Kanzen tidak tersebut. Apa kabar Kanzen?

Tidak jelasnya nasib Kanzen tentu mengundang pertanyaan. Bagaimana tidak, sejak 2 tahun terakhir mereka tidak memberikan data penjualan motor mereka ke Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia. Padahal, Kanzen hingga sekarang masih tercatat sebagai anggota Aisi dan tiap bulannya harus menyetor data penjualan.

Tidak ada kata lain yang bisa mewakili kondisi Kanzen saat ini selain: Mati Suri!
kanzenmpm
Posisi Kanzen sebagai anggota Aisi yang vakum memberikan data penjualan pun senasib dengan Dan Motor yang menjadi produsen motor Piaggio beberapa puluh tahun lalu dan ikut serta dalam mendirikan Aisi di Indonesia.

Padahal, di Jakarta MotorCycle Show (JMCS) 2009 gue masih ingat bagaimana Kanzen ikut serta berpameran bersama pabrikan motor besar dari negeri asing.

Kalau tidak salah, ketika itu Kanzen sudah memelopori industri roda dua Indonesia terkait penggunaan gas melalui Kanzen Hybrid yang memiliki sebuah mesin 4 langkah SOHC berkapasitas 110 cc yang inovatif bernama Hybrid Fuel Concept, dimana pasokan bahan bakar terbagi dalam dua sistem, yakni, sistem instalasi bahan bakar bensin dan sistem instalasi bahan bakar LPG yang menjadikan motor ini menjadi lebih ekonomis.

Mesinnya mampu menyemburkan tenaga maksimal hingga 78 ps pada 8000 rpm dengan torsi mencapai 8,04 Nm pada 4000 rpm.

Ada pula Kanzen Multi Purpose Motorcycle (MPM) dan Kanzen Taurus Biofuel Ethanol.

Kanzen MPM merupakan sepeda motor yang dirancang untuk mengutamakan kapasitas, kemudahan dan kekuatan. MPM menggunakan rangka yang lebih kokoh dengan material pipa baja, sehingga memudahkan pengguna untuk memodifikasi sesuai dengan kebutuhannya.

MPM juga dilengkapi dengan system ‘Swinging Engine’, dimana mesin terpasang pada konstruksi swing arm roda belakang, yang merupakan satu suguhan species baru dari Kanzen.

Tak kalah dengan MPM, seiring dengan maraknya kampanye kebersihan lingkungan, Kanzen pun melalui generasi Taurus memajang Kanzen Taurus Biofuel-Ethanol.

Sepeda motor yang dirancang dengan konsep ramah lingkungan ini, bisa menggunakan bahan bakar pengganti bensin murni dengan perbandingan campuran hingga 50 persen (E50). Pada putaran 7.000 RPM, mampu menghasilkan daya 8,5 Hp, sehingga akan memberikan sensasi berkendara yang sama tanpa mengurangi apa yang dirasakan pada saat berbahan bakar bensin.

Ada juga motor sport Roadwin 200 yang gagal diluncurkan tapi sudah dipamerkan. Motor Kanzen ini mengusung mesin 4 stroke SOHV 4 valve berpendingin udara yang menggunakan transmisi 5 percepatan ini diklaim dapat menghasilkan tenaga maksimum hingga 12 kW pada 9.000 rpm dengan torsi maksimal mencapai 15 Nm pada 7.000 rpm.

Dengan segala inovasinya di nafas terakhir itu, sebenarnya menunjukkan kalau pada dasarnya para insinyur Kanzen belumlah menyerah untuk berinovasi. Tapi sayangnya, manejemen beda lagi. Merek ini kini entah berada dimana. Dealernya saja kini sudah tidak ada, lah bagaimana mau jualan.. huft

Kabar yang gue denger sih para pemegang sahamnya ribut yang pada akhirnya berujung pecah kongsi. Dan saat itu terjadi, Kanzen-lah yang jadi korbannya. Oh, Kanzen… Kasihan…
Rini_soewandi
Oya, kalau kata Wikipedia, “Kanzen adalah merek sepeda motor asli dari Indonesia. Merek ini diproduksi oleh PT.Semesta Citra Motorindo yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Rini Suwandhi (mantan menteri perindustrian). sepeda motor Kanzen menghasilkan beberapa jenis sepeda motor, diantaranya: Kanzen Scudetto (skuter otomatis), Kanzen Taurus (bebek) dan Kanzen Taurus Ultima (bebek yang ditinggikan dan menggunakan ban pacul).” [Syu/Zie]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here