Ini 4 Pembalap Calon Pengganti Rossi di Aragon

Misano (Tenaga Kuda) – Movistar Yamaha dipastikan akan menggunakan jasa pembalap pengganti untuk balapan di Aragon usai Valentino Rossi cedera patah kaki. Ada 4 kandidat pembalap yang berpeluang menggantikan Rossi.

The Doctor mengalami kecelakaan ketika latihan enduro bersama para anak didiknya dari VR46 Riders Academy pada Kamis lalu (31/8).

Akibat hal tersebut, rider Italia ini bakal melewatkan dua balapan yakni Misano dan Aragon karena dianjurkan dokter agar beristirahat 30-40 hari.

 

“Jelas ada empat kandidat yang bisa menggantikannya. Kami memiliki dua pembalap tes di Jepang, yaitu (Katsuyuki) Nakasuga dan (Kohta) Nozane, kami juga memiliki dua pembalap Superbike, Alex (Lowes) dan Michael (van der Mark), jadi salah satu dari empatnya dan kita akan memutuskan minggu depan,” terang bos Movistar Yamaha, Lin Jarvis di Crash.

Ketika ditanya apakah mungkin pengganti Rossi adalah salah satu diantara dua pembalap Jepang tadi, Jarcis menjawab: “Saya pikir akan menjadi tantangan besar untuk meminta Nozane mengganti Valentino di Aragon.”

“Saya tidak berpikir dia memiliki pengalaman di sirkuit Aragon. Dia tentu saja tidak memiliki pengalaman tahunan seperti yang dimiliki Nakasuga yang telah membalap di banyak balapan MotoGP, mengambil wild card setiap tahun dan menggantikan Jorge di Valencia, serta melakukan pekerjaan yang bagus,” jelas Jarvis.

“Nozane adalah salah satu pilihan kami, tapi jelas bukan orang yang paling mungkin mendapat telepon. Kemungkinan besar kami akan menggunakan dia sebagai wild card untuk mempercepat (kemampuannya). Saya pikir akan terlalu banyak tekanan pada orang muda malang dengan melemparkannya ke sarang singa”

Jadi kini hanya ada tiga pilihan? “Kami punya empat, tapi tiga di antaranya lebih mungkin,” elak Jarvis.

Namun, meski prediksi saat ini Rossi baru bisa membalap di Motegi, Yamaha tidak menutup kemungkinan jatuhnya mukjizat dengan kesembuhan Rossi yang lebih cepat.

“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dalam satu balapan, seperti yang telah kita lihat.”

“Mungkin ia masih akan memiliki motivasi ekstra untuk mencoba dan kembali karena mungkin para pesaingnya akan mengalami kesulitan, atau mungkin juga tidak.”

“Kita harus menunggu dan melihat, itu adalah salah satu faktornya, tapi faktor utama yang harus diputuskan adalah apakah dia merasa nyaman dan bugar, dan merasa bisa melakukan pekerjaan itu seperti biasa, hal lain mungkin adalah motivasi tambahan.”

“Tidak ada tekanan dari piha tim, kami sebagai tim, jadi kami akan menilai sesuai dengan kebugarannya,” pungkas Jarvis.

SHARE