Ini Klarifikasi Pecinta Moge Terkait Wacana Motor Masuk Tol

Jakarta (TenagaKuda) –┬áBeberapa hari belakangan terjadi kegaduhan terkait wacana agar dibolehkannya motor masuk jalan tol. Terkait pemberitaan negatif tersebut, Mabua Harley-Davidson pun memberi klarifikasi.

Presiden Direktur Mabua Harley-Davidson Djonie Rahmat memaparkan sejumlah komunitas motor besar seperti Harley Owners Group (HOG), Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI), Motor Besar Club (MBC) dan Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) telah berkumpul dan berdiskusi.

Dari diskusi tersebut, mereka mengirim surat ke Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk membicarakan mengenai diizikannya motor masuk ke jalan tol ke Pemerintah. Masuknya motor ke jalan tol menurutnya adalah suatu keniscayaan.

Sebab di Indonesia sudah ada dua jalan tol yang membolehkan kendaraan roda-dua masuk yakni tol Suramadu dan Bali. Kalau kedua jalur tol itu bisa dimasuki oleh motor, maka sangat mungkin hal itu bisa diluaskan ke jalur-jalur lain.

“Kami tidak minta digratiskan. Kami juga tidak minta dikhususkan. Kami minta dalam beberapa kondisi motor boleh masuk, itu pun bukan motor besar saja, motor kecil juga diizinkan dengan beberapa syarat,” jelasnya.

Motor yang masuk jalan tol pun, Djonie melanjutkan, tidak sembarangan, tapi hanya dalam kondisi-kondisi tertentu, misalnya saat konvoi yang melibatkan banyak motor. Itu pun tetap harus dalam pengawalan petugas kepolisian.

Ini memiliki setidaknya tiga keuntungan yakni menghemat waktu dan menghindari masalah bila rombongan besar lewat jalur jalan arteri yang kecil. Di sisi lain, Pemerintah juga mendapat pemasukan lebih dari masuknya motor ke jalan tol.

“Misalnya saja sekali lewat Rp50 ribu. Itu akan sangat membantu pemerintah.”

Para komunitas, menurutnya, membuka diri bila Pemerintah mengajak berdiskusi. Sebab ada hal-hal yang memang harus didiskusikan agar regulator paham dan tidak langsung menampik usulah tersebut.

“Tugas pemerintah mengatur ya aturlah. Kami tidak memaksakan hal itu, tapi kami ajukan ide. Mau implementasinya tahun ini atau tahun depan terserah. Asal dipahami dulu maksudnya.”

Bila memang hal itu tidak dimungkinkan dengan kondisi infrastruktur saat ini, Djonie berharap wacana ini dipertimbangkan ketika pemerintah membangun ruas tol baru.

“Jalan tol yang ada sekarang kebanyakan memang tidak didesain untuk motor. Bila tidak bisa dalam waktu dekat, Pemerintah sedang banyak membangun, ketika hendak membangun jalan tol baru kan usulan ini bisa dipertimbangkan. Dan ingat, bukan hanya untuk motor besar,” lugasnya. [Pra/Syu]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here