Ini Perbedaan Mesin Screamer dan Big Bang

Jakarta (Tenaga Kuda) – Di arena MotoGP sekarang hampir semua motor menggunakan mesin big bang setelah Honda mengumumkan akan menggunakan mesin jenis ini di MotoGP 2017. Bagi yang belum paham, berikut penjelasan singkatnya.

Ada dua macam jenis mesin yang digunakan di arena MotoGP yakni screamer dan big bang. Bila Honda sudah pindah haluan ke big bang, maka tinggal KTM saja yang menggunakan screamer.

Pada dasarnya konfigurasi kedua jenis mesin ini tidaklah berbeda. Di MotoGP konfigurasinya kebanyakan adalah empat-silinder segaris. Perbedaan keduanya hanya pada pola kerja pengapian pistonnya.

Karena perbedaan pola pengapian itu karakternya pun jadi beda. Tak heran bila kita bisa melihat Casey Stoner yang bisa menjadi juara MotoGP berbekal mesin screamer, namun mesin yang sama tak sanggup dijinakkan oleh Valentino Rossi.

Di mesin screamer, jeda waktu pengapian antar silinder sama. Jadi bila sebuah mesin menggunakan 4 silinder yang membuatnya membutuhkan 720 derajat putaran crankshaft, maka tiap silindernya berputar setiap 180 derajat. Ini terjadi bergantian.

Sedangkan di mesin big bang pola kerjanya berbeda karena dua silinder bekerja nyaris bersamaan, setelah itu dua lainnya bekerja lagi juga secara bersamaan.

Dengan begitu, piston memiliki jeda tiap ledakan yang membuat ban belakang memiliki waktu untuk menggenggam aspal. Sementara ledakan konstan di mesin screamer membuat ban belakang mudah sliding.

Karena itu mesin big bang pun dianggap lebih halus dan mudah dikontrol, beda dengan screamer yang liar.

Tapi keduanya punya keunggulan masing-masing. Banyak yang menganggap mesin screamer lebih kencang di trek lurus, sedangkan mesin big bang jago di tikungan. [Syu/Pra]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here