Jonathan Rea, Juara World Superbike yang Enggan ke MotoGP

Silverstone (Tenaga Kuda) – Di trek World Superbike tidak ada yang berani meremehkan seorang Jonathan Rea. Dialah pembalap yang sudah mengantungi dua gelar juara dunia. Tapi apakah dia tertarik untuk masuk arena MotoGP?

Ternyata, Rea tidaklah tertarik. Menurutnya setelah meraih titel perdana WorldSBK pada 2015, sejumlah pihak memang menginginkan Rea hijrah ke MotoGP. Performa dianggap bisa mengimbangi para pembalap MotoGP.

Terlebih saat tes Jerez akhir November lalu, Rea membuktikan diri dengan menjadi yang tercepat dan mengungguli para pembalap MotoGP.

Rea memang tidak menutup pintu bagi MotoGP, tapi rider Irlandia Utara itu menegaskan baru mau pindah ke MotoGP bila diberi paket motor terkini yang bisa membuatnya kompetitif.

“Untuk datang ke sini dan membandingkan diri sendiri dengan para pembalap MotoGP saya memerlukan peralatan yang tepat. Saya tidak akan datang ke sini hanya untuk berada di sini,” katanya.

“Saya sangat menikmati paddock WorldSBK dan mengendarai motor kami. Saya suka bekerja dengan Kawasaki, dan sekarang inilah tempat saya berada.”

“Tapi saya juga berpikir, bahwa saya sekarang terlalu tua untuk datang ke MotoGP dan saya telah kehilangan kesempatan. Saya beruntung sempat balapan pada 2012 di Honda ketika menggantikan Casey (Stoner).”

“Itu adalah balapan yang sangat sulit bagi saya karena saya balapan di WorldSBK dan MotoGP dalam dua pekan beruntun. Tapi saya menikmatinya. Saya mengendarai salah satu motor terbaik dan mencetak beberapa poin.”

Usia, Rea melanjutkan, dirasa adalah penghalang utama dirinya untuk tampil kompetitif di MotoGP.

“Ada lebih banyak area di mana kita bekerja untuk meningkatkan keahlian. Tapi saya berpikir, bahwa untuk saya, kesuksesan datang ketika menjadi orang yang lebih seimbang,” lugasnya.

“Seiring bertambahnya usia dan hidup, saya berhenti terobsesi dengan motor. Itu berarti saya tidak terganggu oleh sesuatu yang pada masa lalu akan membuat saya kesal.”

“Ini bukan hanya latihan. Ini juga tentang bagaimana elektronik membantu melindungi pembalap agar tidak jatuh. Tidak ada yang setinggi-tingginya, dan motor sekarang sama amannya dengan yang pernah ada, yang pasti membantu memperpanjang karier banyak orang.”

“Jika Anda berbicara dengan Kevin Schwantz, dia akan menceritakan tentang era 2-tak dan bagaimana pembalap berusia 30-an ditekan sehingga mereka harus berhenti,” pungkasnya di Motorsport.

SHARE