Marc Marquez Akui Keperkasaan Ducati

Jakarta (Tenaga Kuda) – Marc Marquez secara jantan mengakui keunggulan Ducati di MotoGP San Marino 2018 yang digelar di sirkuit Misano. Bahkan dia mengaku kesulitan bertarung dengan Jorge Lorenzo.

Memang, hampir sepanjang 27 lap di Misano, Marquez dan Lorenzo saling salip untuk memperebutkan posisi kedua, keduanya mulai mengejar Andrea Dovizioso pada memasuki lima lap akhir.

Namun, Lorenzo tersungkur pada dua lap sebelum finis. Dovizioso pun melenggang melintasi garis finis pertama, sementara Marquez menyusul di belakangnya.

Meski kembali harus mengakui keunggulan Ducati selama tiga balapan terakhir, Marquez memantapkan posisinya di klasemen dengan keunggulan 67 poin atas Dovizioso.

“Saat saya melihat Dovi melarikan diri, saya coba membuntuti Jorge, dan menunggu hingga akhir untuk menyerang,” ungkap Marquez seperti dikutip Motorsport.

“Namun sejujurnya, saya berada pada batasnya. Saya terlalu menekan dalam beberapa area, namun saat Anda tidak menyerah, terkadang Anda mendapatkan sesuatu.

“Dan kali ini, saya mendapatkan 20 poin. Kami tiba dengan keunggulan 59 poin, dan kami pergi dari Misano dengan 67 poin.”

Meski dapat finis kedua, Marquez mengaku ia tidak merasa nyaman dengan motornya memasuki akhir balapan.

Sempat mengungguli Ducati ketika warm-up, Marquez pesimistis dengan peluangnya saat balapan, ia bahkan harus melakukan slipstream hanya untuk menjaga jarak.

“Saya terlalu menekan, saya bertarung melawan motor. Saat Anda berkendara kencang, biasanya Anda berkendara dengan mudah. Hari ini saya berkendara cepat, namun saya melawan diri saya sendiri,” ujar Marquez.

“Saya memiliki kecepatan saat warm-up, tapi saya sudah tahu untuk balapan, dengan temperatur lebih, grip di tikungan lebih sedikit. Saya tak bisa membawa kecepatan tikungan serupa, dan perbedaan di lintasan lurus lebih besar.”

“Saya coba membuntuti mereka, coba agresif pada lap-lap awal, karena saya tahu Jorge dan Dovi lebih kencang. Tapi hari ini Dovi tampil sempurna.”

“Saya tertinggal jauh pada dua titik akselerasi, namun kemudian saya dapat memulihkan [jarak] pada beberapa titik pengereman. Namun untuk sepanjang balapan, 27 lap seperti ini, itu sulit.”

“Sejujurnya, saya hanya membuntuti Ducati, saya tak dapat menyalip mereka. Saat saya mendahului Jorge, itu karena ia melakukan kesalahan, ia melebar dan saya mendahuluinya.”

“Dan lalu, oke kami bertarung untuk tiga atau empat lap, karena saya agresif dalam area tersebut. Namun ketika saya membuntuti mereka [Ducati], saya tak dapat mendahului.”

SHARE