Mitsubishi Triton Athlete Dibejek ke Bromo Tengger Semeru

Mitsubishi Triton Athlete

Mitsubishi Triton Athlete merupakan varian baru dari Mitsubishi Triton. Model ini diperkenalkan saat pameran IIMS 2018 lalu. Dan kini, Mitsubishi Triton Athlete dijajal untuk menghadapi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Malang (TenagaKuda) – Penggunaan Mitsubishi Triton Athlete sebagai kendaraan yang cocok digunakan di medan dan semi off-road ditunjukkan melalui perjalanan yang dilakukan dari Kota Malang menuju kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Mitsubishi Triton AthleteTriton Athlete diajak untuk menyaksikan Hari Raya Yadya Kasada yang merupakan upacara adat tahunan suku Tengger. Pada upacara tersebut, masyarakat suku Tengger memberikan persembahan kepada Sang Hyang Widhi dengan cara melemparkan sesajen kedalam kawah Gunung Bromo.

Selama perjalanan model kabin ganda Mitsubishi ini melewati berbagai medan. Mulai dari jalan aspal di Malang, jalan berbatu dan menanjak saat menuju perkebunan apel di Wonokitri, Kab. Pasuruan, hingga menjajal kemampuan fitur 4×4 di hamparan pasir area Gunung Bromo yang terkenal dengan nama Pasir Berbisik.

Mitsubishi Triton AthleteMenuju ke wilayah perkebunan apel di Wonokitri, Mitsubishi Triton Athlete melewati jalan berbatu dan tanah dengan tanjakan yang cukup curam. Mesin diesel 2.500cc VGT dengan tenaga maksimal 178 PS / 4000 RPM dan torsi maksimal 400 Nm / 2000 RPM tak perlu bekerja keras untuk melibas medan yang cukup berat. Fitur Limited Slip Differential (LSD) juga dapat menjaga putaran roda dengan sangat baik sehingga tidak kehilangan traksi saat melewati bebatuan dan tanah yang cukup licin.

Fitur Easy Select 4WD yang terdapat pada New Triton Athlete memudahkan pengemudi untuk mengubah penyaluran tenaga dari mesin menuju roda dengan 4 mode yang tersedia, yaitu 2H (2WD), 4H (4WD High Range), 4HLC (4WD High Range with Locked Center Differential), dan 4LLC (4WD Low Range with Locked Center Differential).

Mitsubishi Triton AthleteKetika medan yang dilalui didominasi oleh pasir dan bebatuan saat memasuki wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, keempat mode tersebut dapat disesuaikan dengan medan yang sedang dilalui untuk memberikan traksi dan kontrol penuh terhadap kendaraan.

SHARE