Modifikasi Honda Tiger.. Makin Garang Brooo

Jakarta (TenagaKuda) – Sudah diumumkan Honda discontinue, Honda Tiger tetap menjadi motor langganan pecinta modifikasi. Nih, lihat saja motor ini. Tampang si macan sudah tidak tampak lagi berganti dengan ‘Super Dirt Bike.’

Menurut sang modifikator, Topo Goedel Atmodjo, juragan Tauco Custom motor ini memiliki kaki gambot untuk mendukung mesin 200 cc. Ditopang dengan shock depan versi kompetisi yang dicopot dari Yamaha YZ 250 menurut Topo motor ini sudah sangat pantas disebut motor super dirt bike dan layak bakal hidup didunia yang kotor dan penuh lumpur.

Uniknya, motor ini ternyata berasal dari Bali. Si pemilik sampai rela mengirim motor ini ke markas besar Tauco Custom yang berada di bilangan Kebagusan Raya No 99, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

tiger-3 “Pemesannya bukan main-main, ingin bikin motor yang layak dan menarik dan bisa hidup di pantai,“ kata sang builder nyentrik yang selalu melahirkan ide ide segar di dunia sulap motor.

Menurut Topo, panorama Bali yang indah memang bikin sensasi tersendiri, untuk itu motor pun tidak boleh kalah keren. Terlebih karena Bali dipenuhi banyak bule, si pemilik, lanjut Topo, ingin motornya dibuat sesuai dengan postur bule agar si pemilik tetap bisa gaya di depan bule ketika berada di pantai.

“Makanya gayanya juga selera bule, tinggi dan gede,” kata Topo.

Meski begitu, urusan kenyamanan tidak boleh disepelekan. Faktor ini digarap Topo dengan cermat.

Memasang ban impor merek Shinko dengan tapak super lebar bukan perkara mudah. Bagian depan dengan lebar triple clam harus dicari ukuran yang ideal dengan pelek 2,5 inchix18 dan ban ukuran 130/80/17. Ini tidak menemui kendala berarti.

Tapi giliran menggarap bagian belakang, ketrampilan seorang builder bermain. Memakai pelek ukuran 6 inchix14 dan ban ukuran 180/80/14 Topo harus mengorbankan swing arm yang harus di rubah dengan bentuk dan ukuran yang sesuai.

tiger-2“Bahan dasarnya tetap aplikasi bawaan motornya tapi tetap di panjangin dan melebar menjadi bengkak 5 cm dari aslinya, mata gergaji dan blender las membentuk kontur swing arm yang dibikin model motor street fighter, tidak melulu kotak dan trafesium,” ujar Topo.

“Inilah inovasi, ide yang berani lari dari konsep dasar, dan tidak melulu nyontek, plagiat itu pembodohan,“ tegas builder yang sudah pengalaman belasan tahun ini.

Untuk performa mesin, Topo masih mempercayakan mesin Tiger karena menurutnya dengan sedikit sentuhan saja mesin ini mampu membawa lari motor tersebut dengan kencang.

Karburator motor ini diganti dengan kepunyaan NSR SP, sementara CDI pakai BRT Racing yang diklaim Topo mampu menyalurkan tenaga mumpuni ke knalpot double silencer yang dipasang di motor ini. “Keduanya berfungsi, dan bukan pajangan saja agar bisa membantu saluran buang semakin lancar,” lugas Topo.

tiger-4Menelisik lebih jauh lagi, tubuh motor ini ternyata juga dibuat sendiri oleh sang modifikator. Mengandalkan pipa seamless, Topomerancang ulang hampir setengah dari total rangka keseluruhan.

“Dasar ubahan motor ini sebenarnya kiblatnya ke model jap style tapi disentuh dengan fitur aroma street fighter dengan tambahan pipa tubular berikut airscoop yang tidak ada kesan memaksakan, ide awalnya untuk membangun motor simple yang berimprovisasi dengan estetika dan nilai seni yang tinggi,“ jelas Topo.

Ketika semuanya sudah dibuat, maka Topo memasangkan body baru dengan warna yang diambil dari corak helm balap Mick Doohan. Warna dasar putih kemudian dipadukan dengan siluet bendera negeri kangguru, Australia, berikut kanggurunya.

tiger-5“Karena habitatnya bakal di pantai, sangat cocok dengan warna yang mencolok, ya macan yang tidak di hutan lagi,” cetus Topo.

“Rencananya ini bakal menjadi motor pertama yang bakal disewakan untuk menemani surfing atau sekedar touring pendek para turis untuk melihat panorama Bali yang memang benar-benar eksotik. Karena itu yang punya motor berencana membangun lagi motor keduanya,” tuntas Topo.

 

tiger-7
Data modifikasi: Honda Tiger tahun 2013
Pemilik: Julian Anno
Shock depan: Up side down Yamaha YZ 250
Pelek depan: TK 250×18
Pelek belakang: Custom 6 inchix14
Ban depan: Shinko 130/80/18
Ban belakang: Shinko 180/80/14
Swing arm: Ethane Performance
Knalpot: Ethana Performance
Stang: Renthal Fatbar
Spido: Yamaha X-Ride
Head lamp: Variasi Thailand
Stop lamp: Variasi Thailand
Lampu sein: Variasi Thailand
Bodi full set: Pelat galvanis 0.8 mm

Installer: Tauco Custom Motorcycle
Jl. Kebagusan Raya No. 99, Jagakarsa, Jakarta Selatan

[Syu/Zie]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here