Morbidelli: Semua Tahu Saya Murid Rossi

Sepang (Tenaga Kuda) – Pembalap Moto2, Franco Morbidelli, secara terbuka mengakui bila dirinya adalah murid Valentino Rossi. Kini, murid The Doctor itu tengah menatap gelar juara dunia Moto2 2017.

Pembalap yang finish di tempat ketiga di Phillip Island tersebut saat ini unggul 29 poin dari saingannya, Tom Luthi dan memiliki kesempatan untuk menjadi pembalap Italia pertama yang memenangkan gelar Moto2 sejak 2008.

Kali terakhir rider Italia menguasai kelas menengah adlah pada tahun 2008 saat Marco Simoncelli juara. Bila terwujud, maka ini juga akan menjadi gelar ke-23 di kelas menengah untuk pembalap Italia.

“Saya akan mencoba menghadapi akhir pekan ini seperti biasanya,” kata Morbidelli.

“Saya tahu ini akan sulit dan itu tidak akan menjadi GP biasa, tapi saya akan berusaha untuk tetap tenang, melakukan pekerjaan saya dan menyiapkan motor untuk melaju secepat mungkin.”

“Saya sangat menyukai Sepang, apalagi dengan permukaan baru dengan sedikit gundukan. Senang sekali bisa berkeliling di sini,” tambahnya.

Ketika pembalap muda yang musim depan bakal berlaga di MotoGP itu ditanya terkait pelajaran apa yang dia dapat dari VR46 Riders Academy, dia secara terbuka mengakui banyak yang dia pelajari dari sekolah balap milik Rossi itu.

“Daftarnya panjang. Semua yang saya tahu, saya belajar darinya,” cetus Morbidelli.

Dan bila Morbidelli ingin mengunci gelar juara dunia Moto2 2017 di Sepang, Malaysia, maka serangkaian skenario ini harus dia penuhi. Apa saja? Berikut skenario-skenario yang ada.

  • Jika Morbidelli menang, dia akan menjadi juara dunia terlepas di posisi berapa Tom Luthi finish.
  • Jika Morbidelli finis di urutan kedua atau ketiga, dia akan menjadi juara dunia jika Luthi tidak memenangkan perlombaan.
  • Jika Morbidelli finis di urutan keempat, dia akan menjadi juara dunia jika Luthi tidak finis pertama atau kedua.
  • Jika Morbidelli finis di urutan kelima, keenam atau ketujuh, dia akan menjadi juara dunia jika Luthi tidak finis di podium.
  • Jika Morbidelli finis kedelapan atau kesembilan, dia akan menjadi juara dunia jika Luthi tidak finis lebih baik dari kelima.
  • Jika Morbidelli finis kesepuluh, dia akan menjadi juara dunia jika Luthi tidak finis lebih baik dari keenam.
  • Jika Morbidelli selesai kesebelas, dia akan menjadi juara dunia jika Luthi tidak finis lebih baik dari ketujuh.
  • Jika Morbidelli finis keduabelas, dia akan menjadi juara dunia jika Luthi tidak finis lebih baik dari kedelapan.
  • Jika Morbidelli selesai ketigabelas, dia akan menjadi juara dunia jika Luthi tidak finis lebih baik dari posisi kesembilan.
  • Jika Morbidelli selesai pada tanggal empat belas, dia akan menjadi juara dunia jika Luthi tidak finis lebih baik dari pada kesepuluh.
  • Jika Morbidelli finis kelima belas, dia akan menjadi juara dunia jika Luthi tidak finis lebih baik dari kesebelas.
  • Jika Morbidelli gagal mencetak poin, dia akan menjadi juara dunia jika Luthi tidak finis lebih baik dari dua belas.
SHARE