Pemerintah Ingin Motor ‘Made In’ Indonesia Merajalela di Dunia

Jakarta (Tenaga Kuda) – Pemerintah berharap para produsen motor yang eksis di Indonesia tidak hanya memproduksi motor untuk pasar Indonesia semata tapi juga memproduksi motor untuk diekspor ke seluruh dunia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ingin motor ‘made in’ Indonesia bisa eksis di dunia.

Harapan itu besar karena motor produksi Indonesia menurut Airlangga sudah menggunakan konten lokal sampai 90 persen dan industri nasional bisa didukung karena motor saat ini menjadi pilihan moda transportasi alternatif.

“STNK motor 90 juta (yang) beredar di Indonesia, kalau menurut praktisi industri,” katanya di pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016.

Dia memprediksi sebenarnya Indonesia bisa memproduksi 10-12 juta unit motor per tahun bila pasar ekspor digenjot lagi. Saat ini angka ekspor motor memang naik 800 persen, tapi baru sebanyak 300 unit. “Dibandingkan market Indonesia 6 juta (unit), pernah 7 juta (unit), (angka ekspor) ini masih kecil, hanya 5 persen.”

“Targetnya 20 persen dalam bentuk utuh (CBU) atau CKD. Waktu saya ke Jepang saya minta untuk didorong sampai 20 persen sehingga kita memiliki industri yang kokoh,” lugasnya.

imos-2016-1

Saat ini posisi Indonesia adalah pasar motor terbesar di ASEAN dan terbesar nomor tiga di dunia. Industri komponen pendukung pun sudah mulai kuat meski ada pekerjaan rumah bagi industri komponen Indonesia mengalahkan Thailand.

“Kita sudah jadi worldclass, salah satunya industri komponen,”

“Kita harus bisa lampaui Thailand, di sisi R&D Thai di depan indonesia, seharusnya R&D kita balap juga,” lugasnya lagi.

Bila produksi banyak dan industri kuat, pemerintah berharap sektor otomotif bisa menyerap banyak pekerja dari mulai pabrik hingga ke bengkel. Apalagi Indonesia masih banyak daerah terpencil yang belum dimasuki oleh brand otomotif sehingga membuka kesempatan masyarakat untuk membuka bengkel.

“Dan kementerian mendorong, kami harapkan ada partisipasi dari industri motor sehingga bisa membantu pemerintah agar mendorong masyarakat lebih terampil.”

Dalam penelitian pemerintah, tenaga kerja yang bisa diserap di industri ini dari hulu ke hilir bisa mencapai 2,5 juta orang. Perkembangan industri motor juga mendorong masyarakat untuk berwirausaha.

“Banyak desa yang tak ada ada bengkelnya, sehingga bisa jadi basis kegiatan masyarakat,” cetusnya lagi. [Syu/Pra]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here