Review MV Agusta Brutale

Jakarta (TenagaKuda) – Bagi para pecinta motor gede nama MV Agusta adalah legenda bagi para pecinta desain dan kekuatan. Merek asal Italia ini pun sudah resmi masuk Indonesia untuk menggoda para pecinta motor besar di nusantara. Lalu, bagaimana kemampuan merek ini sebenarnya?

Salah satu keluarga MV Agusta yang terkenal adalah Brutale. Beruntung detikOto mendapat kesempatan untuk mengetes Brutale 675 beberapa waktu lalu.

Dengan tubuh telanjang, MV Agusta Brutale 675 ini memang tampak seksi untuk dipandang. Sederhana, namun punya karakter kuat.

“Desain motor-motor MV Agusta sangat kuat aroma Italia, karena ini bukan hanya sekedar motor. Ini adalah seni,” kata Presiden Direktur PT Moto Arte Indonesia (MAI) (moto8), Steven Oentoro yang memboyong merek ini ke Indonesia.

Hmm, kalau sudah begitu, sepertinya kita tidak perlu lagi berpanjang lebar. Mari kita ulas bersama!

brutale-3Desain

Dari sisi desain, MV Agusta sangat fasih merepresentasikan karakter seni khas Italia. Sederhana namun berkarakter kuat.

Seperti halnya motor-motor Agusta lain, desain Brutale 675 tampak unik dengan detail yang fungsional.

Sisi artifisial bukanlah karakter MV Agusta sehingga setiap detail yang ada di motor ini tampil fungsional dan membantu meningkatkan performa kendaraan.

Komposisi antara bentuk tangki yang besar dengan jok kecil juga memberi sensasi tersendiri layaknya menunggangi sebuah motor balap terlebih 3 knalpot yang ada di sisi kanan membuat motor ini tampak menyeramkan.

Dimensi 1.380×2.085×725 mm pun tergolong masih bersahabat dengan postur orang Indonesia.

Dengan tubuh detikOto yang 170 cm, kami tidak kesulitan menungganginya. Meski terkesan besar, namun ternyata motor ini tidak menyulitkan. Kaki juga masih bisa menapak bumi dengan mantap.

Lepas dari itu, tombol-tombol di kiri dan kanan stang juga memiliki ergonomi tinggi. Motor pun dapat kami setting dengan mudah bahkan ketika motor sedang berjalan tanpa harus mengalihkan fokus pengendaraan.

Segala informasi mulai dari kecepatan hingga berbagai mode yang sedang digunakan juga mudah dibaca di dashbord digital yang ada di bagian tengah stang.

brutale-2Mesin

Tidak sabar menanti, mesin pun detikOto nyalakan dan mesin in-line berkapasitas 675 cc dengan tiga silinder menderu.

Ada 4 mode pengendaraan yang bisa dipilih pengendara ketika menunggangi motor ini. Untuk permulaan, kami memilih mode pengendaraan normal.

Ternyata meski ‘hanya’ menggunakan mode pengendaraan standar, performa motor ini tetaplah tidak standar seperti namanya, brutal.

Namun karakter mesin MV Agusta cukup menipu. Sebab kekuatan mesin motor Italia ini ternyata baru bermain di tengah di kitiran mesin sekitar 6.000-7.000 rpm.

Ketika masih dibawa santai, motor ini tampak sopan. Namun ketika ulir gas diputar lebih dalam, baru kekuatan sebenarnya terungkap, motor pun dengan cepat tertarik ke depan.

Dengan karakter seperti ini, MV Agusta Brutale 675 pun bisa dianggap bersahabat bahkan untuk pengguna moge yang baru.

Respons motor makin meningkat ketika mode dipindahkan ke sport. Perpindahan gigi dapat dilakukan dengan cepat namun halus. Tenaga yang dikeluarkan juga makin meningkat.

Hal itu tidak mengherankan. Karena, bila menilik data spesifikasi yang ada, motor ini ternyata memiliki kekuatan hingga 108,5 hp di rpm 12.500 dengan torsi 65 Nm di rrpm 12.000 yang disalurkan lewat transmisi 6-speed.

Kekuatan ini tentu tidaklah kecil, bahkan bisa dikatakan lebih besar dari kekuatan mobil Toyota Avanza bermesin 1.500 cc atau Ducati Monster 696 atau bahkan Monster 795 yang hanya berkekuatan 80 dan 87 hp.

Topspeed motor ini mampu mencapai angka 225 km/jam dalam keadaan standar dan bila digunakan di tempat yang mumpuni. Untuk pengetesan kali ini, detikOto hanya mampu memacunya sampai angka 130 km/jam karena sesi pengetesan kali ini dilakukan di jalan umum.

brutale-1Stabilitas

Motor ini memang motor yang unik. Meski bertenaga besar, handling motor ini ternyata cukup bersahabat, begitu pula dengan stabilitasnya yang tidak liar seperti karakter sebuah Ducati.

Dengan begitu, meski berkekuatan besar dan mampu berlari kencang, MV Agusta Brutale 675 tetap mampu membuat pengendaranya pede.

Sasis tubular dengan swing arm dari aluminium alloy tampaknya membantu membuat motor ini stabil.

Terlebih, suspensi depan yang sudah menggunakan upside down telescopic hydroulic dari Marzocchi dengan diameter 43 mm dan fork travel 125 mm serta suspensi belakang yang menggunakan progressive sachs, single shock absorber dengan spring preload adjusment dan wheel travel 119 mm juga menambah stabil motor ini meski digunakan di berbagai situasi pengendaraan.

Untuk mengimbangi mesin bertenaga besar, dua disc rem berdiameter 320 mm yang dikawinkan dengan kaliper Brembo 4 piston diaplikasi di kaki depan dengan satu disc berukuran 220 mm berkaliper Brembo 2 piston hadir untuk menghentikan laju kendaraan. Roda motor ini berukuran 120/70 – ZR 17 M/C di depan dan 180/55 – ZR 17 M/C di belakang.

Urusan stabilitas ini pula yang menurut detikOto menjadi nilai lebih motor ini. Berkekuatan besar tapi tetap mudah dikendalikan.

Bahkan ketika hujan mengguyur sekalipun, MV Agusta Brutale 675 ternyata masih menyenangkan untuk dikendarai. Ini dikarenakan motor ini teryata sudah memiliki Traction Control yang mampu menjaga produksi tenaga dan kestabilan motor lewat teknologi Motor & Vehicle Integrated Control System (MVICs) yang teraplikasi.

brutale-4Kesimpulan

Dengan karakter desain yang kuat, motor ini nampak menggoda. Kekuatan mesin tiga silinder berkapasitas 675 cc pun menurut kami menjadi nilai tambah motor ini.

Terlebih segala aplikasi fitur elektrik yang ada membuat pengendara nyaman dan aman mengendarai motor ini di semua kondisi dan di semua tingkat keahlian pengendaraan karena kestabilan motor ini kami anggap patut untuk diapresiasi.

Karakter mesin motor ini juga menyenangkan. Sopan di putaran bawah, tapi brutal di putaran tengah ke atas.

Karena itulah, untuk para pecinta motor besar, MV Agusta Brutale 675 ini nampaknya harus menjadi pertimbangan.

Angka Rp 250 juta yang dibanderol untuk memboyong motor ini pun tergolong masih masuk akal bila melihat kekuatan desain dan mesin yang dimiliki atau bila dibandingkan dengan Ducati Monster 795 yang dibanderol dengan angka yang tidak terlalu jauh sekalipun.

Poin Plus

– Desain
– Tenaga
– Stabilitas dan handling

Poin Minus

– Jaringan masih sedikit [Syu/Zie]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here