Selain Mobil Nasional, Indonesia Juga Punya Mimpi Membuat Motor Nasional

Jakarta (TenagaKuda) – Seminggu terakhir mobil nasional tengah menjadi pembicaraan. Tapi tidak banyak yang membicarakan tentang motor nasional. Ya, padahal Indonesia juga sudah lama memendam hasrat untuk membangun mobil buatan Indonesia.

Saat ini, tidak bisa dipungkiri hanya Viar yang menjadi brand lokal yang mampu berbicara banyak di industri roda dua nasional meski tidak tergabung di Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) yang berisi merek-merek motor asing.

Tidak banyak yang tahu pula ada merek motor lokal bernama Jatayu yang banyak menggunakan spare part aftermarket Harley Davidson

Upaya paling runcing tapi tumpul sebelum berperang adalah upaya PT Astra membuat motor nasional. Ya, Astra yang sejak beberapa dekade menguasai pasar motor roda dua Indonesia dengan brand Honda.

Astra tercatat pernah mengembangkan sebuah motor –atas bantuan Honda kalau tidak salah–. Motor buatan Astra ini bahkan sempat di resmikan dan diuji oleh Presiden Suharto. Tapi sayang, seperti mobil nasional, motor Astra ini tenggelam sebelum berlayar.

Ada pula motor nasional buatan PT. Timori Putra Bangsa (TPB). Yups, ini adalah anak perusahaan group Timor milik Hutomo Mandala Putra yang membuat mobil nasional Timor.

Tapi sayang, sebelum sempat diluncurkan, mimpi itu kandas di tengah jalan akibat kerusuhan Mei 2008.

Padahal, sketsa Timori sudah selesai. Proyek ini dikerjakan oleh 15 engineer Indonesia selama periode tahun 1996–1998. Untuk mengembangkan motor nasional Timori, desain dan lisensi dari Cagiva Motorcycle, Italia digunakan.

Awalnya, mereka memodifikasi motor Cagiva type Roadster 125cc untuk dijadikan motor Timori bermesin 200cc. Kabarnya, menjelang kerusuhan Mei 1998 Timori sudah siap diluncurkan. Bahkan beberapa draft kontrak dengan sejumlah supplier lokal sudah dibuat dan ada diantaranya sudah ditandatangi.

Sempat pula terdengar kabar dari PT Mega Andalan Motor Indonesia (MAMI) yang mengaku memproduksi motor nasional bernama Mega Andalan Kalasan (MAK). Merek ini dikatakan memproduksi motor yang sebagian besar komponen dibuat di kawasan Kalasan.

Tapi, dari seluruh merek motor nasional yang telah disebutkan, Kanzen adalah yang paling melegenda. Brand ini adalah gagasan Rini M.Soemarno yang saat ini menjadi salah satu menteri Jokowi.

Kanzen pula yang menjadi merek motor lokal satu-satunya yang hingga sekarang masih tercatat sebagai anggota Aisi.

Terakhir kali Kanzen terlihat adalah di Jakarta MotorCycle Show (JMCS) 2009. Saat itu, Kanzen ikut serta berpameran bersama pabrikan motor besar dari negeri asing.

Di ajang itu, Kanzen sudah memelopori industri roda dua Indonesia terkait penggunaan gas melalui Kanzen Hybrid. Ada pula Kanzen Multi Purpose Motorcycle (MPM) dan Kanzen Taurus Biofuel Ethanol serta motor sport Roadwin 200 yang gagal diluncurkan tapi sudah dipamerkan.

Nah, bila melihat adanya Rini M. Soemarno di jajaran pemerintahan saat ini, asa untuk melihat motor lokal eksis kembali di Indonesia pun membuncah. Ya, mau bagaimana lagi masbroo.. Harus ada brand lokal yang melawan dominasi asing!

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here