Serba Serbi Perawatan Mesin Turbo, Gak Sekedar Cuma Bikin Kencang Bro !

Perawatan mesin turbo benarkah lebih sulit dari mesin non turbo? Lantas apakah maslaah jika mobil non turbo kemudian dipasang turbo? Kami punya jawaban dari pakarnya.

BSD (TenagaKuda) – Beberapa tahun belakangan ini, tren pergeseran teknologi otomotif khususnya untuk sektor mesin sudah terjadi. Di segmen kendaraan roda empat, sejumlah pabrikan mobil kini telah banyak yang menerapkan teknologi turbo pada mesinnya, dengan alasan efisiensi.

Pemakaian turbo itu pun diiringi dengan penurunan kapasitas isi silinder mesin. Sehingga mesin-mesin di bawah 2.000 cc, kini sudah banyak yang ditambahkan turbo. Contohnya pun sudah banyak, misalnya Chevrolet dengan Trax, Honda dengan Civic Turbo dan CR-V Turbo, serta yang terbaru DFSK dengan Glory 580. Semua mobil itu menggunakan mesin 1.500 cc turbo.

DFSK Glory 580Lalu bagaimana sih perawatan mesin turbo? Apakah betul sebenarnya teknologi turbo bisa lebih irit? Dan bisakah mobil non turbo lantas dipasang turbo? Kami pun mendapat jawabannya dari beberapa pakar mesin nih Bro.

Ricky Humisar, Head of Product Planning PT Sokonindo Automobile menyebutkan kalau turbo pada mobil-mobil modern kini sudah berbeda dengan teknologi turbo beberapa dekade sebelumnya. Ia mencontohkan pada Glory 580, dengan mesin 1.5-liter saja, tenaganya sudah setara mesin 2.000 cc.

“Mobil turbo jaman dulu identik dengan kencang, buat balap, buat kebut-kebutan. Tapi sekarang turbo dipasang agar mobil lebih efisien. Kenapa? Karena dengan turbo mesin 1.500 cc sudah punya tenaga setara mesin 2.000 cc non turbo. Dan dengan turbo emisi gas buang yang dihasilkan juga lebih sedikit akibat pembakaran mesin yang lebih sempurna. Terus imbas lainnya apa? Karena cukup pakai mesin cc kecil, maka pajaknya juga lebih murah dibanding mesin 2.000 cc ke atas,” ucap Ricky.

DFSK Glory 580“Contoh pada DFSK Glory 580 yang bermesin 1.5L, fitur turbocharger tak hanya berfungsi sebagai pendongkrak tenaga dan berguna untuk meningkatkan performa mesin saja, tapi juga dimaksudkan sebagai langkah untuk mengoptimalkan penggunaan bahan bakar, dan kinerja mesin lebih senyap,” lanjut Ricky ketika ditemui di booth DFSK di GIIAS 2018, Selasa (07/08/2018).

Ia juga menepis anggapan yang mungkin masih ada di masyarakat jika perawatan mesin turbo lebih sulit dari mobil non turbo (Naturally Aspirated atau N/A). “Tidak butuh perawatan khusus karena semua teknologi turbo modern sudah disesuaikan dengan kondisi saat ini. Turbo juga tidak membuat mesin panas karena sudah ada intercooler,” katanya.

Namun memang, Ricky berpesan jika ingin komponen turbo dan mesin memiliki durabilitas lebih baik, sebaiknya perawatan mesin turbo dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya memanaskan lebih dulu ruang mesin selama 1-2 menit sebelum berkendara, agar suhu ruang bakar saat turbo bekerja lebih ideal. Kemudian jangan lupa untuk servis berkala dan perhatikan penggantian oli. “Untuk servis berkala Glory 580 di 10.000 km – 50.000 km bahkan biayanya tidak sampai satu juta,” ucap Ricky.

DFSK Glory 580Mesin N/A kemudian ingin dipasang turbo? Ya juga tak masalah. Taqwa Suryo Swasono, dari bengkel Garden Speed, Jakarta, menyebutkan sah-sah saja mobil non turbo kemudian dipasang turbo. “Tapi perhatikan komponen lain. Setiap pabrikan mobil sudah punya limit kemampuan mesinnya, terutama dari gearbox. Jadi untuk upgrade performa mesin dengan memasang turbo, pastikan dulu part lain menerima dan masih sanggup disandingkan dengan turbo,” katanya di ICE BSD City, Tangerang.

Taqwa juga memberi pesan, untuk perawatan mesin turbo, baik yang sudah dari pabrikan menggunakan turbo atau dari mesin non turbo kemudian dipasang turbo, hal yang perlu diperhatikan adalah perawatan berkala dari mesin itu sendiri. “Jangan lupa ganti oli tiap 5.000 km, meskipun pabrikan menyarankan 10.000 km, tapi lebih baik di bawah itu sudah ganti. Karena kota seperti Jakarta bukan berdasarkan km, namun lamanya mesin itu bekerja akibat jalan yang terlalu banyak macetnya,” tukas dia.

SHARE