Tes Psikologi untuk Pemohon SIM Banjir Dukungan

Jakarta (Tenaga Kuda) – Mulai 25 Juni 2018, para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) harus pula mengikuti tes psikologi. Langkah ini pun didukung banyak pihak.

Seperti diberitakan sebelumnya, bagi Anda yang hendak memperpanjang atau membuat SIM harus ikut tes psikologi

Untuk permulaan, persyaratan tambahan ini akan mulai diberlakukan di wilayah Polda Metro Jaya, serentak di wilayah hukumnya yang Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Menurut Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar hal itu mereka lakukan untuk meningkatkan keselamatan kemanusiaan dalam berkendara di jalan raya.

Terlebih penambahan tes psikologi bagi pemohon SIM merupakan amanah dari pasal 81 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAAJ) sebagaimana yang dituangkan dalam pasal 36 Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

“Dengan menerapkan tes psikologi dalam penerbitan SIM diharapkan dapat mencegah kejadian laka lantas yang disebabkan faktor psikologis dari pengemudi,” kata Fahri seperti dilansir situs NTMC Polri.

Menanggapi rencana kepolisian itu, psikolog dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia Lia Sutisna Latif pun menyambut baik. Menurut dia, mengemudi adalah tingkah laku yang kompleks.

Untuk dapat bertingkah laku mengemudi yang aman dan bertanggung jawab (safe and responsible driving) serta tidak mengemudi yang berisiko membahayakan (risky driving behaviour), sebutnya, maka tidak cukup hanya dengan memiliki keterampilan teknis mengemudi yang memadai (hard skills).

“Harus juga memiliki aspek psikologis tertentu sebagai soft skills yang menunjang, terutama persepsi terhadap risiko dan stabilitas emosi,” ungkap Lia.

Menurut Lia, terdapat karakteristik psikologis tertentu yang berkontribusi terhadap tingkah laku mengemudi yang berisiko (risky driving behaviour).

Hal ini dapat dideteksi melalui pemeriksaan psikologis sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan yang membahayakan keselamatan dan ketertiban masyarakat.

“Oleh karena itu Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia mendukung upaya Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menerapkan tes psikologi sebagai persyaratan penerbitan SIM.”

“Kami menilai, pemeriksaan psikologis terhadap calon pengemudi dan pengemudi dalam proses penerbitan SIM sangatlah penting dan relevan sebagai suatu upaya prevensi,” pungkas Lia.

SHARE