Toyota Sudah Membaca Selera Desain MPV Masyarakat Indonesia

Jakarta (Tenaga Kuda) – Sudah berpuluh tahun mobil model Multi Purpose Vehicle (MPV) menjadi raja pasar otomotif Indonesia. Bila dibaca secara lebih jeli, ternyata selera desain masyarakat Indonesia pada tiap segmen MPV sangatlah berbeda.

Menurut Marketing Director PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy, masyarakat Indonesia sangatlah suka dengan mobil berpenumpang banyak, terutama 7-Seater. Itu alasan pertama kenapa MPV menjadi disukai di nusantara.

Toyota sendiri punya beberapa line-up MPV yang merajai pasar di setiap segmen yang mereka tempati. Sebagai contoh Avanza yang terjual lebih dari 17 ribu unit sampai April 2020, menurut Anton, membantu Toyota menguasai pangsa pasar di kelas Low MPV hingga 35,5%.

Sedangkan Calya, Anton melanjutkan, posisinya juga masih nomor satu dengan pangsa pasar 49,8%. Adapun Innova ada juga di posisi satu pada segmen yang dimasukinya dengan pangsa pasar 98,2%.

“Itu 3 MPV utama,” cetus Anton dalam diskusi bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot).

Terkait selera desain, Anton lalu bercerita bahwa sebenarnya konsumen Indonesia lebih mementingkan mobil dengan kapasitas besar dibanding modelnya. Hal itu pula yang membuat mobil SUV dengan 7-Seater saat ini mulai dilirik pembeli.

Untuk desain MPV sendiri bisa dilihat jelas perbedaan yang ada di mana pada segmen low hingga medium MPV yang diterima adalah MPV dengan model seperti Calya, Avanza atau Innova. Berbeda halnya dengan selera konsumen di segmen medium-high dan luxury yang lebih menyukai mobil kotak layaknya Alphard.

“Sebenarnya kalau kita katakan desain ini memang relatif ya. Saya pernah ingat diskusi dengan teman-teman, pernah ngobrol dengan Chief Engineer MPV Toyota,” ujar Anton.

“Toyota di seluruh dunia yang namanya MPV itu modelnya biasanya [seperti] Alphard, Voxy, Sienna. Bentuknya gede-gede, sliding door dan mengotak. Tapi Innova ini sebenarnya MPV atau crossover atau apa gitu ya.”

“Jadi sebenarnya yang kita sebut MPV di Indonesia pun sebenarnya tidaklah murni MPV. Sudah MPV yang disesuaikan dengan kebutuhan orang Indonesia,” jelas Anton.

“Maunya MPV tapi modelnya juga jangan terlalu kotak. Kira-kira begitu. Kecuali di segmen yang medium-high dan luxury memang yang kotak ini yang diterima oleh pasar jadi memang agak berbeda,” pungkasnya.

SHARE