Zarco Kecewa Harus Dorong Motor untuk Capai Garis Finish

Misano (Tenaga Kuda) – Pada MotoGP San Marino, Johann Zarco harus mendorong Yamaha M1 untuk mencapai garis finish. Menurut Zarco, lebih baik dorong motor daripada tidak finish.

Pembalap Perancis itu mengalami nasib apes di Misano. Bukan terjatuh karena kondisi trek basah, tapi dia kehabisan bensin di lap 28 atau lap terakhir.

Akibat hal itu, Zarco terancam tidak bisa finish. Karena tak mau hal tersebut terjadi, rider Yamaha Tech 3 ini pun memilih mendorong motornya hingga akhirnya bisa finish di posisi ke-15. Padahal sebelum kejadian bensin habis, dia harusnya bisa finish di posisi ke-7.

“Saya mendapat masalah bahan bakar sebelum Turn 11, saya mencoba bertahan di gigi keenam dan benar-benar menggunakan (bahan bakar) motor seminimal mungkin,” katanya di Motorsport.

“Hal ini bekerja sampai Turn 14, tapi dua tikungan terakhir malah lebih buruk lagi.”

“Dari tikungan terakhir saya harus turun ke samping motor dan berlari. Dan sudah lama saya tahu ada dua garis, garis start dan garis finish, garis finisnya sangat jauh.”

“Ini bagus untuk publik. Kita harus berpikir perlombaan MotoGP itu adalah sebuah pertunjukan, setidaknya saya memberi pertunjukkan dan kita tidak akan melupakannya.”

“Ini adalah hal yang seharusnya tidak terjadi, kami kecewa, akhirnya saya hanya mendapat satu poin, lebih baik memang daripada tidak sama sekali. Ada hal buruk lain dalam hidup daripada finish tanpa bahan bakar.”

“Saat berlari, saya melihat orang-orang melewati saya,” kata Zarco.

“Saya melihat dua KTM dan juga Crutchlow. Bahkan dengan kecelakaan yang dia alami, dia finish di depan saya, Anda harusnya kehilangan sedikit waktu saat menabrakan motor Anda,” pungkasnya.

SHARE